SUKABUMITIMES.COM – Harga daging sapi, daging kerbau, dan telur ayam mengalami kenaikan di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi satu hari jelang perayaan idul fitri 1446 H/ 2025 M pada Sabtu (29/3/2025)
Pencatat harga Bahan Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) di PSM Palabuhanratu, Maulana, saat dikonfirmasi melalui perpesanan aplikasi mengatakan harga daging sapi dan daging kerbau naik Rp 20 ribu per kilogram, dari harga semula Rp 130 ribu per kilogram pada 26 Maret 2025, kini mencapai Rp 150 ribu per kilogram.
Begitu pula dengan telur ayam yang mengalami kenaikan dari Rp 38 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
“Alhamdulillah, sebenarnya harga-harga masih dalam kondisi aman. Stok juga tersedia dengan baik, pasokan dari distributor tetap lancar,” ujar Maulana.
Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Harga beras medium tetap di Rp 14 ribu per kilogram, beras premium Rp 16 ribu per kilogram, gula pasir Rp 18 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp 20 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp 20 ribu per kilogram, dan minyak goreng merek Minyak Kita Rp 18 ribu per kilogram.
Untuk komoditas sayuran, kata Maulana harga cabai merah besar masih di Rp 50 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp 40 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp 100 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp 60 ribu per kilogram, bawang merah Rp 45 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp 42 ribu per kilogram.
“Insyaallah, kami akan terus memantau harga-harga Bapokting di PSM Palabuhanratu untuk mengantisipasi kenaikan yang tidak wajar agar tidak merugikan pembeli,” tambahnya.
Maulana juga menyebutkan bahwa saat ini pengunjung PSM Palabuhanratu masih lebih banyak berfokus pada pembelian pakaian untuk perayaan Idulfitri.
Namun, ia memprediksi pada Minggu (30/3/2025), yang kemungkinan menjadi hari terakhir puasa, pembelian bahan pokok seperti daging dan kebutuhan penting lainnya akan meningkat signifikan.
“Hari ini jumlah pengunjung mengalami kenaikan sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa. Meski demikian, situasi masih terkendali dan tidak seramai tahun sebelumnya,” pungkasnya. (stm)






























