SUKABUMITIMES.COM – Dalam Bincang Pemuda ini, kami sengaja mengambil tiga isu utama yang krusial bagi kehidupan, terutama bagi kaum muda, yaitu pendidikan, lingkungan, serta hukum dan sosial.
Ini disampaikan oleh Ketua Daerah Jabar Bergerak Zillenial Kota Sukabumi Alifa Johariyah Ulfah ketika diwawancarai sukabumitimes.com disela-sela kegiatan yang bertempat di IPB Kampus Vokasi Sukabumi pada Rabu (19/2/2025).
Alifa mengungkapkan, bahwa Jabar Bergerak Zillenial ini sebenarnya suatu komunitas sosial yang sudah tersebar di 21 daerah Kota/kabupaten di provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Jabar Bergerak sampai saat ini sudah tersebar di 21 kota/kabupaten se-kabupaten Jabar. Dan kami saat ini menginisiasi kegiatan yang diberi nama Bincang Pemuda,” ungkapnya.
Kegiatan ini sengaja kita dilaksanakan di IPB, menurutnya karena IPB Kampus Vokasi Sukabumi ini mahasiswa nya sangat banyak dan mempunyai potensi yang besar.
“Mendorong mahasiswa IPB Kampus Vokasi Sukabumi ini juga untuk ambil peran dalam meningkatkan kota Sukabumi setidaknya selama 2,5 tahun mereka di Sukabumi,” ujar dara energik ini.
Dalam kegiatan ini, pihaknya menggaet setidaknya 10 komunitas yang tersebar di Sukabumi dan tentunya mahasiswa IPB Kampus Vokasi Sukabumi ini.

“Diantaranya komunitas Pribumi, Senyum Anak Nusantara Chapter Sukabumi, Kejar Mimpi Sukabumi, Lentara, saling.id, Hima ADPUD UMMI, SOY, SAYP, dan Pelita Intan Muda,” jabarnya.
Kemudian, dirinya menjelaskan ketiga isu yang menjadi pembahasan utama dalam Bincang Pemuda kali ini.
“Bidang pendidikan sengaja dimunculkan karena masalah pendidikan tidak akan pernah ada selesainya dan Sukabumi sendiri banyak sekali isu-isu seputar pendidikan yang mencuat ke permukaan yang perlu untuk disikapi dan dicari solusinya jika memang yang mencuat itu sesuatu yang negatif,” jelasnya.
Yang kedua, masalah lingkungan. Yang menarik dan sengaja untuk dimunculkan adalah kenapa kota Sukabumi bisa terjadi banjir?
“Diakhir tahun 2024 yang lalu kan sempat banjir mengepung Kota Sukabumi dan membuat lumpuh dengan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit. Ini oleh kita cari tahu dan sekaligus cari akar masalah dan solusinya,” jelas Alifa.
Masalah hukum dan sosial juga tidak lepas dari bagaimana fenomena yang terjadi di masyarakat sekitar kita.
“Contohnya banyak anak muda atau remaja yang tersandung kasus hukum, seperti narkoba, geng motor. Namun ketika sampai pada kasus hukumnya, banyak yang tidak diproses atau bebas begitu saja, dengan dalih masih di bawah umur,” prihatinnya.

“Salah satu hal yang melatarbelakangi masalah hukum dan sosial dibahas di Bincang Pemuda ini adalah karena banyaknya geng motor, isu narkoba. Namun setelah mereka di tangkap dan diperiksa kemudian dilepaskan dengan alasan masih di bawah umur,” tambahnya.
Kalau menurut kami, seharusnya hal tersebut ditindaklanjuti bukan dilepaskan dengan dalih pembinaan di luar, agar mereka bisa jera juga. Bukannya langsung dilepas begitu saja, namun diberi hukuman.
“Nah kami ingin berkontribusi, jika terjadi hal tersebut kita harus ngapain sih? Kita akan berbagi solusi,” ucapnya.
Jabar Bergerak Zillenial merencanakan hasil dari Bincang Pemuda ini akan di buat notulensi dan rekomendasi yang kemudian akan diserahkan ke Pemerintah Daerah, baik kota maupun kabupaten Sukabumi.
Bentuk rekomendasi yang akan diberikan ke Pemda Sukabumi adalah ‘”Anak Muda Satu Suara: Kolaborasi. Ini mempunyai maksud saya suara anak muda supaya didengar.
“Kalau satu-satu tidak akan terdengar, namun berbeda kalau dilakukan bersama-sama dalam satu rekomendasi, kami berharap suara anak muda ini akan didengar. Dan kalau pun tidak, kami yakin masa kami akan terus bertambah dan begitu juga suara akan terus digaungkan,” pungkasnya. (sya)




























