Isi Pidato Kepala MAN 2 Kota Sukabumi yang Menginspirasi Siswa, Apa Saja?

SUKABUMITIMES.COM – Pidato Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Sukabumi Raden Adriani Lestari saat pidato pada pembukaan Pasar Raya Mandasi membuat para siswa yang hadir merasa terpukau di Lapang Kampus MAN 2 Kota Sukabumi pada Rabu (19/2/2025).

Di depan para guru, staf hingga siswa, Raden Andriani Lestari mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa hadir pada acara ini.

“Acara yang luar biasa, acara yang betul-betul memberikan banyak pembelajaran untuk kita semua,” kata Kepala MAN 2 Kota Sukabumi Raden Andriani Lestari dalam pidatonya.

Tidak lupa dirinya mengucapkan selamat kepada kelas 12 di bawah bimbingan para wali kelas, sehingga mampu bekerja sama yang sangat luar biasa.

“Saya merasa bangga ketika mendengar laporan dari ketua pasar raya bahwa omset yang sudah berjalan di waktu PO begitu besar,” bangganya.

Andriani Lestari menegaskan, setiap perjalanan dan proses pendidikan banyak likunya, sehingga diharapkan siswa bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan tersebut.

“Saya yakin tidak sedikit pengorbanan yang kalian lakukan untuk sampai pada puncak, baik pengorbanan waktu, tenaga ataupun materi, dan itulah kehidupan,” tegasnya.

Sekolah merupakan miniatur masyarakat, miniatur kehidupan artinya di dalam sekolah merupakan gambaran kehidupan di dunia nyata hampir sama seperti ini, meskipun akan jauh lebih komplek lagi.

“Di sini kalian di tempa untuk mempersiapkan diri, sehingga memiliki pondasi untuk betul-betul bisa menghadapi kehidupan. Minimal kalian dapat mempertahankan kehidupan sendiri dan bisa bermanfaat untuk kehidupan orang lain,” jelasnya.

Saya pesan kepada seluruhnya, apapun yang sudah kalian Mulai, harus bisa diselesaikan, setiap tindakan dan keputusan ada konsekuensi yang harus dihadapi.
“Semoga kegiatan ini membawa dampak positif, kita akan belajar dari setiap keadaan, kita bisa melihat sisi positif dari berbagai situasi dan sisi kekurangan bisa kita perbaiki. Disini kita bisa belajar mencari dalam setiap keadaan dan tujuan belajar adalah kita dapat menyelesaikan permasalahan,’

Ketua pelaksana Pasar Raya Hilman menyampaikan kegiatan Pasar Rasa Mandasi bukan sekedar sebuah bazar atau ajang kuliner biasa, ini salah kegiatan.
“Pembelajaran nyata yang kami rancang dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahnata Lil Alamin (P5PPRA),” ungkap Hilman dalam laporannya.

Hilman mengungkapkan, menurut Proyeksi International Monetary Fund (IMF), Indonesia di prediksi menjadi negara dengan jumlah pengangguran tertinggi di Asia tenggara.

“Fakta ini tentunya menjadi tantangan besar bagi generasi muda termasuk untuk siswa yang akan lulus sekolah,” ungkapnya.

Pihaknya melanjutkan, sebagai bentuk antisipasi dan solusi terhadap tantangan tersebut, pada semester 1 (P5PPRA) kelas 12 telah mengusung tema KEBEKERJAAN.

“Kegiatan ini untuk membekali siswa pemahaman tentang dunia kerja dan keterampilan yang di butuhkan,” lanjutnya.

Untuk itu, nanti pada semester 2, pihaknya rencananya akan membuat tema KEWIRAUSAHAAN.

“Dengan tema ini berharap siswa bisa mendapatkan pengalaman nyata dalam berdagang, mengelola bisnis, serta memahami strategi pemasaran, sehingga ini menjadi modal bagi siswa ketika lulus nanti,” terangnya.

Dalam pelaksanaan Pasar Raya Kali ini, MAN 2 berkolaborasi dengan beberapa mata pelajaran seperti Prakarya dan kewirausahaan, seni budaya dan keterampilan serta ekonomi.

“Terjalinnya kolaborasi ini para siswa tidak hanya belajar bisnis, tetapi dapat mempraktikkan kreativitas dalam mendekorasi ruang usaha dan memahami aspek ekonomi dan keuangan dalama setiap menjalankan bisnis,” pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *