SUKABUMITIMES.COM – Perusahaan Daerah air Minum (Perumda AM TBW) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi rencanakan target kinerja pada tahun 2025 mencapai angka 3,53.
Target kinerja ini di sesuaikan dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) yang sudah di setujui Pj Wali Kota Sukabumi.
Ini disampaikan oleh Kepala Bagian Hubungan Langganan (Kabag Hublang) Perumda AM TBW Kota Sukabumi,Tia Kusumawati kepada sukabumitimes.com ketika ditemui di kantornya pada Selasa (7/1/2025).
Namun, menurutnya dalam pencapaian target yang sudah direncanakan tentu butuh kerja keras dari semua pihak.
“Target pencapaian penjualan air lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana target penjualan air pada tahun 2025 harus mencapai 390 kubik/bulan,” menurutnya.
Tia menjelaskan kondisi akhir-akhir ini perusahaan milik pemerintah kota Sukabumi ini cukup tinggi kehilangan air.
“Yakni mencapai angka 70 persen, namun pihaknya berharap untuk target tahun 2025 harus bisa tercapai,” jelasnya.
Menurut Tia pada 2025 ini Perumda AM berharap target kinerja bisa mencapai angka 3,53, cakupan pelayanan secara teknis di angka 8,9%, pertumbuhan pelanggan positif, dan penerimaan meningkat hingga 30 sehingga rencana RKAP bisa tercapai.
“Dalam mencapai target maksimal, kami akan menggunakan strategi pada triwulan pertama dengan menekan NRW sehingga diharapkan air akan terselamatkan,” ujar Hublang Perumda AM TBW kota Sukabumi.
Masih lanjut Tia, di tahun 2025 pihaknya sudah menyiapkan tujuh program strategis dalam mencapai target maksimal.
“Antar lain program pengamanan dan peningkatan sumber air baku dimana bangunan sumber air baku untuk penanganannya cukup tinggi, melakukan konservasi air dengan penanaman pohon, peningkatan kapasitas produksi dan distribusi, dimana pihaknya akan mengoptimalisasikan produksi, selanjutnya program penambahan dan perbaikan jaringan perpipaan dimana untuk jaringan pipa sudah mulai rapuh karena dimakan usia sehingga jaringan yang bisa di perbaiki menjadi skala prioritas terutama untuk pengembangannya,” urainya.
Program selanjutnya penurunan tingkat kehilangan air, dimana meminimalisir kebocoran serendah mungkin, karena untuk kebocoran di Kota Sukabumi mencapai 70 persen dan untuk menurunkan air di angka 1 persen harus membutuhkan biaya cukup besar.
Selanjutnya program perbaikan management dengan merotasi pegawai sehingga apa yang di harapkan di tahun 2025 bisa tercapai, pertumbuhan pelanggan harus positif, karena pertumbuhan pelanggan di tahun 2024 pertumbuhan pelanggan negatif, karena penutupan lebih besar di angka 1200 sedangkan pemasangan baru masih di bawah angka penutupan sehingga secara kinerja anggap kurang strategi.
“Kita akan mencoba menaikan angka pelanggan hingga 21. 000, sedangkan untuk tahun 2024 jumlah pelanggan berada di angka 20.000,” pungkasnya. (rus)

























