SUKABUMITIMES.COM – 1.686 Siswa dari lima sekolah di kecamatan Cibeureum kota Sukabumi makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (6/1/2025). Ini merupakan bagian dari launching yang dilakukan oleh presiden Prabowo Subianto.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di Kota Sukabumi, Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Hasan Asyari dan beserta jajaran Forkopimda Kota Sukabumi meninjau langsung ke salah satu sekolah, yaitu SDN Loasari Kecamatan Cibeureum kota Sukabumi pada Senin (6/1/2025).
Berdasarkan pantauan sukabumitimes.com, Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji terlebih dahulu meninjau dapur tempat pengolahan MBG yang berlokasi di Jalan Sarasa, yang dilanjutkan ke SDN Loasari. Kusmana Hartadji berkesempatan berdialog dengan siswa.
“Hari ini, kami memantau dan meninjau pelaksanan makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di kecamatan Cibeureum sesuai dengan SK. Pelaksanan MBG ini untuk pertama serempak di kabupaten /kota di Indonesia,” kata Kusmana Hartadji kepada sukabumitimes.com di SDN Loasari pada Senin (6/1/2025).
Pj Wali Kota Sukabumi menjelaskan untuk kota Sukabumi memang yang pertama di Kecamatan Cibeureum ini dengan melihat dan mempertimbangkan beberapa kondisi dan jumlah siswa.
“Alasan mengapa di pilih Kecamatan Cibeureum untuk MBG di Kota Sukabumi pertama kali, karena jumlah angka stunting relatif tinggi sehingga diprioritaskan. Semoga berkurang, mudah-mudahan ada perubahan yang signifikan dengan MBG ini,” jelasnya.
Untuk program MBG pertama di Kota Sukabumi, masih kata Kusmana,nsecara keseluruhan mencapai 1.686 siswa yang berasal dari 5 sekolah, yakni 4 SD dan 1 SMP antara lain SDN Loasari, SD IT Al Amien, SD Cibungur Kota Sukabumi, SDN Rancakadu, dan SMPN 12 kota Sukabumi.
“Setelah itu secara bertahap akan dilanjutkan untuk jenjang SMP dan SMA,” ujarnya.
Untuk program MBG ini, di kota Sukabumi direncanakan satu dapur itu bisa menghandle 3.000 orang.
“Sedangkan untuk waktu pelaksanan itu dari hari Senin sampai Jumat,” imbuhnya.
Kusmana menekankan dalam program MBG ini pemerintah daerah juga harus terlibat secara aktif membantu dalam mengecekan menu.
“Alhamdulillah sudah ada ahli gizi yang dilibatkan langsung dan kelihatan sudah sesuai dengan ketetapan, tapi nanti kita evaluasi lebih lanjut dan kita akan memberikan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN),” terangnya.
Dijelaskan oleh Kusmana, tadi juga ada seorang siswa yang tidak memakan makanan yang diberikan petugas, setelah ditanya ternyata anak tersebut baru puasa Rajab 1446 H.
Selain itu, ada juga ditemui anak-anak yang tidak suka makan sayur, hal ini mendapat tanggapan dari Kusmana Hartadji, mudah-mudahan dengan adanya program MBG ini bisa mengubah anak-anak untuk kemudian menyukai sayuran.
“Dengan cara seperti ini, kita harus membuat kebiasaan makan yang seimbang gizinya. Tujuan dari pak presiden itukan supaya gizi seimbang dan tumbuh sehat serta cerdas untuk generasi yang akan datang,” jelasnya.
Juga berkaitan dengan susu yang tidak ada dalam MBG kali ini, Kusmana menjelaskan bahwa itu bukan suatu keharusan disesuaikan dengan kemampuan yang ada.
“Anggaran ini kan Rp10 ribu, namun untuk tempat atau wadah makan nanti akan diambil kembali oleh petugas, Jadi anak-anak tinggal bawa tempat air minum saja,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi (Kadisdikbud) Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat mengungkapkan, bahwa pola pembagian distribusi MBG di sekolah itu mengunakan tiga pola.
“Melalui Kodim atau TNI, Yayasan atau koperasi dan skema yang ketiga melalui sekolah, dimana ada dapur pengolahan di sekolah,” ungkap Punjul Saepul Hayat.
Ia menegaskan untuk pelaksanaan pendistribusian MBG yang pertama kali di kota Sukabumi ini melalui yayasan atau koperasi.
“Dengan yayasan atau koperasi ini dimaksudkan juga sebagian upaya untuk menguatkan UMKM dan perekonomian di daerah supaya semakin menggeliat, seperti adanya tenaga kerja yang direkrut serta juga penyediaan bahan makanan,” tegasnya.
Untuk program ini direncanakan menyeluruh seluruh sekolah dan dilakukan secara bertahap.
Peluncurannya hari ini yang dilakukan langsung oleh presiden Prabowo Subianto serentak secara nasional.
“Sebagai langkah awal hari ini ada 190 titik di 26 provinsi. Dan salah satunya di Kota Sukabumi yang berlokasi di kecamatan Cibeureum ini,” ujarnya.
Punjul berharap semoga program makan bergizi gratis ini terealisasi untuk semua sekolah.
“Untuk tahapan pertama ini ada 5 sekolahan, yakni SDN Loasari, SDN Cibungur, SD IT Al Amien, SDN Rancakadeu, serta SMPN 12 Kota Sukabumi,” bebernya.
Adapun jumlah siswa secara keseluruhan ada 1.686 siswa.
“Dengan perincian sebagai berikut: SDN Loasari jumlah 101 siswa, SDN Cibungur 323 siswa, SDN Rancakadu 202 siswa, dan SD IT Al Amien berjumlah 383, sedangkan SMP 12 kota Sukabumi jumlah penerima ada 677 siswa,” pungkasnya. (sya)
































