SUKABUMITIMES.COM – Sempat viral di media sosial (Medsos) pemasangan Billboard tentang ucapan selamat natal dan tahun baru 2025 dari pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih Ayep Zaki – Bobby Maulana yang terpasang sejak tanggal 25 Desember 2024.
Pasalnya, pada Billboard tersebut, keduanya memakai pakaian dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, padahal belum ada pelantikan.
Atas kejadian tersebut, Wali Kota Sukabumi terpilih Ayep Zaki akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa dirinya dan Bobby Maulana tidak pernah memberi perintah memasang Billboard yang memakai pakaian resmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi.
“Karena dirinya dan Bobby belum ditetapkan oleh KPU kota Sukabumi dan belum dilantik,” kata Ayep Zaki pada Kamis (26/12/2024).
Untuk itu, dirinya meminta kepada siapapun yang memasang Billboard di jalan Perintis Kemerdekaan untuk segera menurunkannya.
“Jelas foto saya dan Bobby Maulana itu editan,” tandasnya.
Ayep Zaki menegaskan sampai saat ini, dirinya dan pasangannya Bobby Maulana belum pernah melakukan sesi foto resmi dengan baju dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi.
“Saya tegaskan bahwa saya belum mempunyai baju seragam Wali Kota Sukabumi yang berwarna putih maupun baju seragam lainnya” tegasnya.
Setelah menjadi polemik, akhirnya teka-teki siapa yang memasang billboard di depan Mapolres Sukabumi Kota terjawab dan sekaligus mereka mengklarifikasi serta permohonan maaf telah melakukan pemasangan Billboard tersebut.
“Saya Panca Muda dan tim relawan merah kota Sukabumi mohon maaf kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji beserta jajaran Pemkot Sukabumi atas viralnya desain baliho yang terpampang di jalan Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi,” ucap Panca Mada Priambodo Surbakti yang mewakili tim relawan merah Kota Sukabumi melalui postingannya di Instagram dengan alamat pancamuda.id yang tayang pada Kamis (26/12/2024).
Pada penyampaian tersebut, pihaknya juga minta maaf kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih Ayep Zaki – Bobby Maulana beserta jajaran relawan 02.
“Juga kepada masyarakat Sukabumi,” ungkapnya.
Dirinya mengakui bahwa desain dan konsep baliho tersebut merupakan murni konsep dari dirinya dan tim.
“Tidak lain, karena kami selaku anak-anak muda yang bangga akan perubahan kota Sukabumi dan tidak ada paksaan dari pihak manapun juga,” tambahnya.
Untuk mengakhiri adanya polemik tersebut, pihaknya sudah menurunkan Billboard yang terpasang sejak kemarin.
“Demi menjaga kondusivitas kota Sukabumi, kini Billboard tersebut sudah kami turunkan,” pungkasnya.
Berdasarkan pengamatan lapangan tim sukabumitimes.com di tempat semula Billboard terpasang, yakni di depan Mapolres Sukabumi Kota, siang tadi sudah tidak nampak dan sudah dicopot. (sya)

























