SUKABUMITIMES.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi menggelar aksi donor darah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Disporapar Kota Sukabumi, Rabu (12/8/2026), dengan melibatkan sejumlah mitra Disporapar.
Kepala Disporapar Kota Sukabumi Rahmat Sukandar mengatakan, aksi donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus semangat berbagi dalam menyambut momentum kemerdekaan.
“Donor darah ini bagian dari rangkaian menyambut HUT RI ke-81. Kami mengajak seluruh mitra Disporapar untuk berpartisipasi karena kita yakin darah dapat memberikan kehidupan dan kebahagiaan,” kata Rahmat.
Ia menargetkan kegiatan tersebut dapat mengumpulkan sedikitnya 60 labu darah yang selanjutnya akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menjadi bagian dari persediaan darah.
Menurut Rahmat, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan masyarakat.
Setelah pelaksanaan upacara 17 Agustus, Disporapar juga berencana menggelar sejumlah perlombaan sebagai bentuk perayaan kemerdekaan.
“Intinya kita bahagia atas kemerdekaan ini. Setelah itu kami juga berencana melaksanakan kerja bakti bersama para tetangga kantor sambil menunggu kesiapan warga sekitar,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, Disporapar juga berencana menggandeng Gereja Pantekosta dan Yayasan Wisma Asih untuk menggelar kegiatan kepemudaan.
Rahmat mengatakan, Disporapar juga terus mencari inovasi untuk meningkatkan sektor pariwisata sekaligus mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi.
Menurut dia, Kota Sukabumi memiliki keterbatasan karena belum memiliki banyak objek wisata yang berbasis sumber daya alam. Karena itu, pihaknya berupaya mengembangkan potensi yang berada di kawasan pinggiran kota.
“Kita melakukan inovasi dan kreativitas dengan memanfaatkan spot-spot yang ada di pinggiran Kota Sukabumi menjadi objek tujuan wisata,” kata Rahmat.
Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah pengembangan wisata jeep yang akan mengajak wisatawan berkeliling sejumlah kawasan dan ruas jalan di Kota Sukabumi.
Rute tersebut nantinya dapat memperkenalkan berbagai destinasi, seperti Museum Sukabumi Tempo Dulu, Museum Secapa, Museum Tionghoa, hingga kawasan perkebunan.
“Untuk wisata jeep akan kita laksanakan di dalam kota dengan mengelilingi jalan-jalan Kota Sukabumi sekaligus memperkenalkan spot-spot yang menarik. Dari museum kemudian dilanjutkan ke perkebunan sehingga menjadi satu rangkaian,” ujarnya.
Rahmat menilai pengembangan pariwisata tidak seharusnya dibatasi oleh batas administratif Kota dan Kabupaten Sukabumi.
“Kita tidak berpikir administratif kota dan kabupaten, tetapi bagaimana menangkap peluang. Apalagi nanti setelah tersambungnya Tol Bocimi, saya yakin Kota Sukabumi akan banyak dikunjungi,” katanya.
Rahmat juga menyebutkan, sejak dirinya memimpin Disporapar Kota Sukabumi, pendapatan asli daerah dari sektor yang menjadi kewenangan dinas tersebut mengalami peningkatan hingga 289 persen.
Ia optimistis target PAD yang dibebankan kepada Disporapar pada 2026 dapat terlampaui.
“Untuk tahun 2026, target yang dibebankan kepada kita akan kita lampaui,” ujarnya.
Menurut Rahmat, Kota Sukabumi memiliki posisi penting sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif.
Sektor kuliner, pariwisata dan hiburan dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Kita sadar betul bahwa Kota Sukabumi itu tulang punggung ekonomi kreatif. Salah satu bentuknya yaitu kuliner, kepariwisataan, entertainment. Itu yang harus kita genjot untuk menambah daya tarik kunjungan ke Kota Sukabumi,” tutur Rahmat. (rus)



























