SUKABUMITIMES.com – Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menjadikan Apel Akbar di Sukabumi sebagai momentum untuk membakar semangat relawan agar semakin aktif mengawal dan membela Presiden Prabowo Subianto di tengah derasnya kritik terhadap pemerintah.
Ketua Umum GCP Iwan Kurniawan menegaskan, relawan tidak boleh hanya menjadi penonton ketika berbagai informasi dan pemberitaan yang dinilai merugikan Prabowo beredar di ruang publik.
Dia menegaskan, dukungan terhadap Prabowo harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsolidasi, serta keberanian menyampaikan informasi yang dianggap benar kepada masyarakat.
“Hari ini kami sengaja menggelar Apel Akbar di Sukabumi sebagai jawaban atas serangan-serangan yang masif kepada Prabowo Subianto dan kabinetnya. Kami ingin menunjukkan bahwa pendukung Prabowo selalu ada dan setia,” kata Iwan usai acara, di salah satu tempat di Jalan Lingkar Selatan, Minggu (10/8).
Ia mendorong seluruh anggota GCP untuk semakin aktif menggunakan media sosial sebagai ruang menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah.
Relawan, kata dia, harus mampu memberikan penjelasan ketika muncul pemberitaan yang dinilai miring terhadap Prabowo.
“Kami sudah membentuk seluruh anggota GCP untuk aktif bermedia sosial dan menyuarakan tentang kebenaran. Kami akan meng-counter berita-berita miring tentang Prabowo,” tegasnya.
Bagi Iwan, perjuangan relawan tidak cukup dilakukan melalui atribut, apel, maupun kegiatan seremonial. Relawan harus bekerja keras membangun komunikasi dengan masyarakat dan menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah secara objektif agar publik memperoleh informasi yang utuh.
Ia menilai berbagai kebijakan tegas yang ditempuh Prabowo, termasuk pemberantasan korupsi, mafia dan praktik yang merugikan negara, berpotensi menimbulkan perlawanan dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.
“Konsekuensi dari kebijakan tegas Prabowo untuk memberantas korupsi, mafia, oligarki hitam, serta menerapkan ekspor satu pintu, tentu akan mengganggu orang-orang yang selama ini bermain curang kepada negara ini,” ujarnya.
Karena itu, Iwan meminta para relawan tidak mudah terpancing sekaligus tidak mundur ketika menghadapi kritik. Menurutnya, GCP harus tetap solid dan memberikan dukungan kepada Prabowo melalui cara-cara yang sesuai aturan.
“Kami pendukung Prabowo akan selalu pasang badan dan tidak pernah membiarkan Prabowo berjuang sendiri. Kami ada dan selalu setia,” katanya.
Semangat konsolidasi tersebut tidak berhenti di Sukabumi. Iwan mengungkapkan GCP tengah menyiapkan Apel Akbar berikutnya di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan melibatkan anggota GCP dari berbagai wilayah Indonesia Timur.
“Kita akan fokuskan di Kendari dengan menghadirkan seluruh anggota Gerakan Cinta Prabowo se-Indonesia Timur. Bulan September, paling lambat awal Oktober,” ungkapnya.
Iwan juga meminta relawan tetap mendukung program-program prioritas pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika dalam pelaksanaannya ditemukan kekurangan, ia menilai persoalan tersebut harus diperbaiki melalui evaluasi, bukan dijadikan alasan untuk menghilangkan program.
“Program MBG adalah program mulia yang diberikan oleh Pak Prabowo kepada rakyat Indonesia. Kalau terjadi kesalahan-kesalahan, kekurangan, itu dikoreksi saja, dievaluasi. Bukan programnya yang dicemooh, pelaksanaannya saja yang dievaluasi,” tegas Iwan.
Menanggapi isu aksi massa pada 11 Agustus, Iwan mengatakan GCP menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak agar menyampaikan kritik secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Kami tetap waspada, tapi kita tidak takut. Silakan mereka mau demo, mau apa pun silakan, tapi dengan catatan ikuti aturan dan jangan anarkis,” katanya.
Bagi GCP, Apel Akbar di Sukabumi menjadi titik awal untuk memperkuat barisan relawan. Iwan menegaskan dukungan kepada Prabowo harus terus dijaga melalui kerja keras, komunikasi dan konsolidasi, sehingga Presiden tidak merasa berjalan sendirian dalam menjalankan pemerintahan.
“Kami ada dan lebih besar daripada mereka. Kita memberikan ruang kepada siapa pun mengkritik Prabowo, untuk memprotes Prabowo silakan,” pungkasnya. (umi/sya)


























