SUKABUMITIMES.com – Pekerja Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi, Amin, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai melakukan pemetaan dan penelusuran terhadap akar persoalan yang menyebabkan maraknya aktivitas pengemis di kawasan Jalan Veteran I Kota Sukabumi.
Langkah tersebut diawali dengan pendataan langsung terhadap para pengemis yang beraktivitas di kawasan itu pada Jumat (19/6/2026), sebagai upaya untuk memperoleh gambaran utuh sebelum pemerintah menentukan langkah penanganan yang tepat.
Menurut Amin, fenomena banyaknya pengemis yang muncul di Jalan Veteran, khususnya setiap hari Jumat, tidak bisa disikapi hanya melalui pendekatan penertiban semata. Pemerintah perlu mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor yang melatarbelakangi para pengemis turun ke jalan agar solusi yang disusun mampu menyentuh akar masalah.
“Kami hadir lebih dekat untuk mengetahui seperti apa situasi yang sebenarnya terjadi. Hari ini kami melakukan pendataan, tetapi lebih kepada mendengarkan dan melihat langsung mengapa fenomena ini bisa terjadi di Jalan Veteran,” ujar Amin saat ditemui di sela-sela kegiatan pendataan.
Ia menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Dinas Sosial tersebut merupakan bagian dari program penjangkauan pelayanan sosial yang bertujuan mendekatkan pemerintah dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui pendekatan langsung, petugas dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan laporan atau pengamatan dari kejauhan.
Dalam proses pendataan, petugas tidak hanya mencatat identitas para pengemis, tetapi juga menggali latar belakang kehidupan mereka, kondisi ekonomi keluarga, daerah asal, hingga alasan yang mendorong mereka memilih mengemis di ruang publik. Informasi tersebut dinilai sangat penting sebagai bahan penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Amin menegaskan bahwa Dinas Sosial tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa memiliki dasar data yang kuat. Oleh karena itu, hasil pendataan yang diperoleh akan dianalisis terlebih dahulu sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Data dan informasi yang kami dapatkan akan kami susun terlebih dahulu. Dari sana kami akan menentukan langkah dan strategi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi fenomena ini,” katanya.
Menurut Amin, pendekatan berbasis data menjadi hal yang penting agar program yang nantinya dijalankan pemerintah tidak hanya menyelesaikan persoalan di permukaan, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap masalah sosial yang mendasarinya.
Dari hasil pemetaan sementara yang dilakukan di lapangan, Dinas Sosial menemukan fakta bahwa sebagian besar pengemis yang beraktivitas di kawasan Jalan Veteran ternyata bukan berasal dari Kota Sukabumi. Mereka datang dari sejumlah daerah lain dan memilih lokasi tersebut karena dinilai memiliki potensi memperoleh penghasilan yang lebih besar, terutama pada hari Jumat saat aktivitas masyarakat meningkat.
“Kebanyakan bukan warga Kota Sukabumi. Dari informasi awal yang kami peroleh, cukup banyak yang berasal dari luar daerah,” ungkap Amin.
Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian serius bagi pemerintah daerah. Pasalnya, fenomena pengemisan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat lokal, tetapi juga melibatkan mobilitas penduduk dari luar wilayah yang datang untuk mencari penghasilan dengan cara mengemis.
Meski demikian, Amin menegaskan pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman terhadap data yang telah diperoleh. Ia menilai masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui faktor dominan yang menyebabkan seseorang memilih menjadi pengemis serta alasan mereka memilih Kota Sukabumi sebagai lokasi beraktivitas.
“Kami tidak ingin langsung menyimpulkan. Semua data yang kami dapatkan akan kami pelajari terlebih dahulu agar langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Sosial tidak bekerja sendiri. Pendataan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan sosial masyarakat. Mulai dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), aparat kelurahan, hingga Kementerian Sosial turut dilibatkan untuk memastikan proses pendataan berjalan maksimal.
Menurut Amin, kolaborasi lintas sektor sangat penting karena persoalan sosial tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Kami melibatkan berbagai unsur karena persoalan sosial membutuhkan penanganan bersama. Semakin banyak informasi yang kami peroleh, maka semakin baik pula strategi yang bisa kami susun,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendataan yang dilakukan di Jalan Veteran merupakan langkah awal dari program pemetaan persoalan sosial yang akan terus dikembangkan ke berbagai titik lainnya di Kota Sukabumi. Pemerintah ingin mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi.
“Ini merupakan langkah perdana yang kami lakukan. Ke depan kami akan mencoba melakukan hal yang sama di titik lain agar mendapatkan informasi yang lebih beragam,” katanya.
Selama ini, Dinas Sosial sebenarnya telah melakukan pemantauan rutin di sejumlah kawasan yang kerap menjadi lokasi aktivitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti Jalan Ahmad Yani dan kawasan Lapang Merdeka. Namun pada kegiatan kali ini, perhatian difokuskan ke Jalan Veteran karena jumlah pengemis yang terlihat di kawasan tersebut dinilai mengalami peningkatan cukup signifikan.
Keberadaan para pengemis yang semakin banyak, terutama setiap hari Jumat, menjadi fenomena sosial yang menarik perhatian masyarakat sekaligus pemerintah daerah. Kondisi itu mendorong Dinas Sosial untuk turun langsung guna mengetahui penyebab yang sebenarnya.
“Kami ingin mengetahui apa yang sebenarnya menjadi penyebab fenomena ini muncul, terutama karena setiap hari Jumat jumlah pengemis di Jalan Veteran terlihat cukup banyak,” tutur Amin.
Ia berharap hasil pendataan yang sedang dilakukan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan manusiawi. Menurutnya, penanganan pengemis tidak cukup hanya melalui operasi penertiban, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Amin menilai, apabila akar masalah dapat diidentifikasi dengan baik, maka pemerintah akan lebih mudah menentukan bentuk intervensi yang diperlukan, baik melalui program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendampingan sosial, maupun koordinasi dengan pemerintah daerah asal para pengemis.
“Tujuan kami bukan sekadar mengetahui jumlah pengemis, tetapi memahami kondisi mereka secara menyeluruh. Dengan begitu, kebijakan yang diambil nantinya benar-benar dapat membantu menyelesaikan persoalan yang ada,” pungkasnya. (rus)



























