Tanah Terus Bergerak, Pemkab Sukabumi Rencana Relokasi Warga Kampung Cijambe 

SUKABUMITIMES.com – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kian mengkhawatirkan. Kondisi tanah yang terus bergerak membuat kawasan tersebut dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun mulai menyiapkan langkah relokasi bagi warga terdampak demi menghindari risiko yang lebih besar.

Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan hal tersebut usai meninjau langsung lokasi bencana belum lama ini. Dari hasil pemantauan di lapangan, ia melihat kondisi tanah di kawasan tersebut masih mengalami pergerakan yang berpotensi memperparah kerusakan.

“Dari hasil peninjauan hari ini, tanah di lokasi masih terus bergerak. Melihat kondisi rumah-rumah warga yang semakin terdampak dari hari ke hari, ini memerlukan penanganan serius,” ujar Asep Japar.

Menurutnya, melihat kondisi di lapangan saat ini, kawasan tersebut kemungkinan besar sudah tidak lagi layak ditempati oleh masyarakat.

“Iya, sepertinya kawasan ini sudah tidak bisa lagi dihuni sehingga pemerintah harus segera mempersiapkan relokasi,” sambungnya.

Asep Japar menjelaskan, relokasi menjadi langkah paling realistis untuk menjamin keselamatan warga yang rumahnya berada di area terdampak pergerakan tanah. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan alternatif lahan yang direncanakan menjadi lokasi pemindahan warga.

Namun demikian, lahan tersebut masih harus melalui proses kajian lebih lanjut guna memastikan tingkat keamanan wilayah dari potensi bencana serupa di masa mendatang.

“Lahan untuk relokasi sebenarnya sudah ada. Namun akan dicek dan diuji terlebih dahulu untuk memastikan apakah aman dari potensi pergerakan tanah. Jika hasil kajiannya dinyatakan aman, maka relokasi akan dilakukan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Di tengah situasi darurat tersebut, Bupati menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah saat ini adalah keselamatan dan kenyamanan warga terdampak, khususnya mereka yang kini masih bertahan di posko pengungsian.

Pemerintah daerah, kata dia, juga tengah berupaya mencarikan solusi tempat tinggal sementara bagi para pengungsi agar mereka tidak terlalu lama tinggal di tenda atau posko darurat.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan keluarga yang terdampak dapat terselamatkan dan memiliki tempat tinggal sementara. Nanti akan diupayakan agar mereka bisa menempati rumah sewaan sambil menunggu proses relokasi,” tegasnya.

Sebelumnya, bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe telah menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sebagian di antaranya ambruk. Kondisi tersebut memaksa ratusan kepala keluarga meninggalkan rumah mereka demi menghindari ancaman yang lebih besar.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga yang terdampak. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *