Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Cijambe Sukabumi, Daeng: Pasang Enam Tenda Dilokasi 

SUKABUMITIMES.com – Bencana alam pergerakan tanah yang mengancam keselamatan warga di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi.

Retakan tanah yang terus meluas sejak beberapa hari terakhir memaksa aparat gabungan dari BPBD dan P2BK serta unsur terkait kebencanaan bergerak cepat demi mencegah risiko yang lebih besar dengan langsung menetapkan langkah tanggap darurat.

Personel diterjunkan ke lokasi bencana untuk memastikan keselamatan warga sekaligus melakukan penanganan awal di tengah kondisi tanah yang masih labil. Sebagai upaya mitigasi, BPBD mendirikan sejumlah tenda darurat bantuan dari BNPB di titik-titik yang dinilai aman dari ancaman pergerakan tanah lanjutan. Tenda-tenda tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dihuni.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan bahwa penyediaan tempat pengungsian menjadi fokus utama penanganan saat ini.

“Hari ini tim melakukan pemasangan tenda untuk pengungsian warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe. Sebanyak enam unit tenda jenis family sudah terpasang di lokasi,” ujar Daeng.

Tidak berhenti di situ, BPBD juga menyiapkan skenario terburuk apabila jumlah pengungsi bertambah. Empat unit tenda tambahan telah disiagakan di Kantor Desa Bantargadung sebagai langkah antisipasi jika kondisi memburuk.

“Kami menyiapkan empat tenda tambahan di Kantor Desa Bantargadung. Ini untuk mengantisipasi apabila tenda yang sudah terpasang masih belum mencukupi kebutuhan pengungsian,” jelasnya.

Masih kata Daeng, hingga kini, para pengungsi warga masih bersifat tersebar. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sanak saudara terdekat, sementara beberapa keluarga lainnya memilih mengontrak rumah di wilayah yang lebih aman guna menghindari kemungkinan bencana susulan.

Di tengah situasi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta P2BK Bantargadung untuk mendata kebutuhan logistik pengungsi.

“Langkah ini dinilai krusial mengingat intensitas hujan di wilayah Sukabumi masih tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan,” tuturnya.

Berdasarkan data terbaru P2BK Bantargadung per Jumat (27/2/2026), bencana pergerakan tanah akibat hujan deras selama sepekan terakhir telah berdampak pada 25 unit bangunan dalam satu wilayah RT. Dari jumlah tersebut, lima bangunan mengalami kerusakan berat, terdiri dari empat rumah warga dan satu bangunan pondok pesantren yang dihuni sekitar 20 jiwa.

“Enam rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan dihuni oleh enam kepala keluarga. Sementara 14 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada beberapa bagian struktur bangunan,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan pergerakan tanah.

“Warga diminta segera melaporkan jika menemukan retakan baru atau perubahan kondisi tanah di sekitar permukiman,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *