Tugu Ikan Layur, Ikon Baru Palabuhanratu Sukabumi

SUKABUMITIMES.com – Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini memiliki penanda wilayah sekaligus ikon kebanggaan baru.

Sebuah tugu berbentuk ikan layur berdiri kokoh di kawasan kantor kelurahan, merepresentasikan jati diri masyarakat pesisir yang telah hidup berdampingan dengan laut selama puluhan tahun.

Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, menjelaskan bahwa pembangunan tugu tersebut bukan sekadar elemen estetika atau bangunan fisik semata. Ia lahir dari tangan dan kecintaan seorang warga Palabuhanratu yang ingin mengabadikan identitas daerahnya dalam bentuk simbol khas.

“Ikan layur, yang selama ini dikenal sebagai hasil laut paling dominan, dipilih karena lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat nelayan,” ungkap Yadi saat diwawancara.

Yadi menegaskan berangkat dari realitas yang benar-benar dirasakan warga. Menurutnya, ikan layur bukan hanya komoditas perikanan, melainkan simbol ketekunan, kerja keras, dan keberlangsungan hidup masyarakat Palabuhanratu.

“Tidak ada maksud lain dalam pembangunan tugu ini. Ikan layur adalah salah satu komoditas yang paling sering didapatkan nelayan di Palabuhanratu. Bahkan masyarakat yang sekadar memancing pun lebih sering mendapatkan ikan layur dibandingkan jenis ikan lainnya,” terang Yadi.

Lebih jauh, Yadi kembali mengatakan, tugu ikan layur juga menjadi wujud kecintaan terhadap kampung halaman. Sebagai putra asli Palabuhanratu, Yadi mengaku ingin meninggalkan jejak yang bermakna selama masa kepemimpinannya sebagai lurah. Bukan dalam bentuk kemegahan, melainkan simbol sederhana yang sarat makna dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami ingin ada kenangan dari masa kepemimpinan saya. Sesuatu yang sederhana, tetapi punya arti dan bisa dikenang oleh masyarakat Palabuhanratu,” tuturnya.

Saat ini, progres pembangunan tugu ikan layur telah mencapai sekitar 100 persen. Meski di tengah masyarakat selalu muncul beragam sudut pandang, Yadi menyebut respons warga secara umum sangat positif.

“Banyak yang menilai tugu tersebut benar-benar mencerminkan ciri khas Palabuhanratu sebagai wilayah pesisir dengan potensi ikan layur yang melimpah,” tuturnya.

“Penilaiannya tentu beragam, itu hal yang wajar. Namun secara umum, responsnya positif karena ikan layur memang identitas Palabuhanratu yang sesungguhnya,” katanya.

Melalui kehadiran ikon baru ini, Yadi berharap tumbuh semangat baru dalam menata lingkungan dan membangun wilayah. Ia menekankan bahwa kantor kelurahan bukan sekadar tempat pelayanan administrasi, melainkan ruang bersama yang harus memberi kenyamanan dan inspirasi.

“Kantor itu rumah kedua. Harus dibuat nyaman, rapi, dan tertata. Dari situlah semangat membangun wilayah bisa tumbuh,” ucapnya.

“Ke depan, tugu ikan layur diharapkan tidak hanya menjadi penanda wilayah, tetapi juga simbol kebanggaan warga Palabuhanratu serta pengingat kuat akan identitas pesisir yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *