Penerima BOS Kinerja yang Ikut Pembelajaran Mendalam, Punjul: Sekolah yang Dinilai Siap 

SUKABUMITIMES.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Sukabumi, Punjul Saeful Hayat menyampaikan, bahwa tidak semua kepala sekolah terlibat dalam program pembelajaran mendalam karena seleksi dilakukan berdasarkan kesiapan dan capaian sekolah, khususnya dalam hal pendanaan dan kinerja.

Hal ini disampaikan usai menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-52 tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Gedung Juang 45 pada Jumat (8/8/2025).

Menurut Punjul, hanya sekolah-sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja yang bisa mengikuti pelatihan tersebut.

BOS Kinerja merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah pusat kepada sekolah-sekolah dengan performa baik berdasarkan indikator nasional.

“Sekolah yang mendapatkan BOS Kinerja artinya sudah dinilai siap oleh pusat, dan itu adalah reward atas kinerja mereka,” ujar Kadisdikbud kota Sukabumi,

Punjul menjelaskan, penilaian tersebut berdasarkan hasil Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan, yang dimonitor langsung oleh Kementerian Pendidikan. Pemerintah pusat menetapkan indikator-indikator seperti inovasi, kreativitas, serta capaian prestasi sebagai dasar evaluasi terhadap kesiapan sekolah.

“Bukan berarti sekolah lain jelek, tapi mereka memiliki kesempatan yang sama di tahun-tahun berikutnya. Ini proses bertahap dan selektif,” kata Punjul.

Ia menegaskan bahwa secara umum kualitas pendidikan Kota Sukabumi tergolong sangat baik.

“Literasi dan numerasi kita secara rata-rata sudah tinggi,” tambahnya.

Data terbaru menunjukkan, indeks literasi dan numerasi di Kota Sukabumi berada di atas angka 80. Untuk tingkat SMP, angka literasi bahkan menyentuh 88, sedangkan untuk SD mencapai lebih dari 80 poin.

“Ini menandakan fondasi pendidikan kita sudah kuat,” ujar Punjul.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisdik juga mengucapkan selamat Harlah KNPI ke-52. Ia berharap KNPI terus berkiprah aktif terutama dalam bidang pendidikan, yang dianggap sebagai kunci utama kemajuan bangsa.

“Jika pemuda kita hebat, maka Indonesia akan hebat dan jaya,” ucapnya.

Punjul menekankan pentingnya peran pemuda dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pemuda harus dibekali bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat.

“Generasi penerus bangsa perlu dibentuk dari sekarang, bukan hanya pintar, tapi juga beretika dan punya jiwa kepemimpinan,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru sebagai inspirator bagi siswa.

“Guru bukan sekadar pengajar, tapi juga teladan. Jangan hanya fokus pada pengetahuan, tapi juga pada nilai-nilai karakter,” pesannya kepada para pendidik.

Menutup pernyataannya, punjul mengutip pepatah Ki Hajar Dewantara bahwa semua orang bisa menjadi guru dan semua tempat bisa menjadi sekolah.

“Ilmu tidak melulu dari ruang kelas. Pengalaman positif juga bagian dari proses belajar. Kita semua bisa jadi panutan bagi generasi penerus,” pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *