SUKABUMITIMES.com – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Inggu Sudeni, mendorong agar perbaikan Jalan Cipanas I yang berlokasi di Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, segera menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menilai penanganan jalan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak terus berulang.
Inggu mengungkapkan, dirinya telah memantau langsung kondisi jalan tersebut. Bahkan, pihak kelurahan juga telah turun ke lapangan untuk melihat kerusakan yang terjadi.
Hal tersebut diungkapkan Inggu Sudeni kepada sukabumitimes.com pada Sabtu (31/10/2026).
“Kemarin saya juga memantau. Bu Lurah juga sudah turun melihat kondisi jalan tersebut. Barangkali nanti akan segera saya komunikasikan dan koordinasikan dengan Kepala Dinas PU, Pak Sony,” ungkap Inggu.
Menurutnya, anggaran perubahan yang telah turun dan mulai digunakan harus bisa dimanfaatkan untuk menangani kerusakan jalan tersebut.
“Saya akan pastikan nanti kepada kepala dinas agar itu menjadi prioritas, karena memang kondisinya sudah berat. Apalagi sekarang kita menghadapi musim penghujung tahun. Bagaimana agar jalan tersebut di wilayah Kecamatan Citamiang menjadi prioritas perbaikan pertama,” tegasnya.
Inggu mengatakan perlu ada kepastian terkait mekanisme dan waktu pelaksanaan perbaikan, mengingat anggaran perubahan baru mulai digunakan pada awal November 2026.
Lebih lanjut, Inggu menilai perbaikan Jalan Cipanas I tidak cukup hanya dilakukan dengan tambal sulam aspal. Menurutnya, persoalan utama kerusakan jalan tersebut berkaitan adanya indikasi aliran air dari sumber mata air di bawah permukaan jalan serta belum tersedianya gorong-gorong.
“Kalau saya melihat, solusi pertama itu harus dibuatkan gorong-gorong. Di sebelah kiri ada aliran air dari atas, sehingga airnya harus dialirkan ke bawah menuju sungai,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila pembangunan gorong-gorong belum memungkinkan, alternatif lainnya adalah melakukan pengecoran jalan dengan konstruksi yang lebih kuat dan posisi permukaan jalan ditinggikan.
“Kalau tidak seperti itu, solusi kedua mau tidak mau harus dicor. Kalau dicor, posisinya bisa ditinggikan dan akan lebih awet,” katanya.
Inggu menegaskan, perbaikan harus memperhatikan penyebab utama kerusakan agar hasil pembangunan bisa bertahan lama dan tidak menghabiskan anggaran untuk penanganan sementara.
“Kalau hanya ditambal dengan aspal, saya kira akan kembali lagi seperti itu. Tidak akan bertahan lama, karena di bawah aspal itu sepertinya ada mata air. Ditambah lagi tidak ada gorong-gorong sama sekali,” ungkapnya.
“Jadi, gorong-gorong itu harus dibuat supaya airnya bisa mengalir dengan baik. Kalau hanya tambal sulam, itu hanya sementara dan percuma, nanti akan rusak lagi seperti semula,” pungkasnya. (sya)





























