SUKABUMITIMES.com — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memperkuat program pelatihan kerja dan membangun hubungan industrial yang harmonis sebagai upaya menekan angka pengangguran terbuka.
Kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu bersaing di dunia industri maupun mengembangkan usaha mandiri.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Sigit Wirdawadi, seusai menghadiri rapat di Pendopo Sukabumi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Sigit, keberhasilan pembangunan sektor ketenagakerjaan dan transmigrasi tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga didukung sejumlah faktor penting, mulai dari sumber daya manusia, anggaran, regulasi, dukungan material, hingga evaluasi program secara berkelanjutan.
“Keberhasilan ini tentunya merupakan hasil dari hubungan industrial yang harmonis, serta dukungan berbagai pihak dalam menjalankan program ketenagakerjaan,” ujarnya.
Sigit menjelaskan, salah satu langkah konkret untuk menekan pengangguran terbuka adalah memperkuat kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat yang belum bekerja maupun yang ingin merintis usaha.
Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Sukabumi, sebanyak 196 warga telah mengikuti pelatihan kerja sepanjang 2026. Sementara itu, kuota pelatihan yang direncanakan hingga akhir tahun mencapai sekitar 700 peserta.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lima perangkat daerah, yakni Dinas Koperasi, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Perikanan. Jenis pelatihan disesuaikan dengan bidang serta kebutuhan masing-masing sektor.
Sigit berharap, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Harapannya ada dua, yakni meningkatkan kemampuan warga untuk berwirausaha dan membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan industri. Hasil dari pelatihan ini akan kita lihat pada Desember mendatang,” katanya.
Di tengah upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tantangan pengangguran di Kabupaten Sukabumi masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sigit menyebutkan, data pencari kerja di Kabupaten Sukabumi hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 14.334 orang. Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka pada 2025 mencapai sekitar 110.000 orang.
Ia menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat indikasi penurunan angka pengangguran. Namun, perkembangan tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan data statistik resmi yang telah dirilis.
Selain persoalan pengangguran, kondisi ekonomi juga menjadi perhatian Disnaker, terutama terkait potensi perusahaan mengurangi aktivitas usaha atau menutup operasional yang dapat berdampak terhadap kesempatan kerja masyarakat.
Menurut Sigit, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan untuk membuka lowongan pekerjaan dalam jumlah besar. Karena itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga hubungan antara perusahaan dan pekerja.
“Kami khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini apabila semakin banyak perusahaan yang menutup usahanya. Hal tersebut tentu akan berdampak terhadap masyarakat pencari kerja,” ungkapnya.
Sigit menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sukabumi Asep Japar atas dukungan dan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Kerja sama tersebut telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan bersama antara Bupati Sukabumi dan kepala balai, yang turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan.
Ia berharap, kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi masyarakat, meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
Disnaker Kabupaten Sukabumi, lanjut Sigit, akan terus mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga iklim usaha sekaligus memperluas peluang penyerapan tenaga kerja.
Dengan memperkuat pelatihan berbasis kompetensi, mendorong kewirausahaan, serta meningkatkan sinergi dengan dunia industri, pemerintah daerah berharap masyarakat Kabupaten Sukabumi memiliki daya saing lebih baik dan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan pekerjaan.
Keberhasilan program ketenagakerjaan pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan yang diperoleh mampu mengantarkan masyarakat menuju pekerjaan yang layak dan usaha yang berkelanjutan. (rus)

































