SUKABUMITIMES.com – Detik-detik mencekam terjadi di Jalan Raya Parungkuda, tepatnya di Kampung Bilang, RT 04/02, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dua truk yang melaju dari arah berlawanan terlibat kecelakaan setelah salah satunya diduga hilang kendali hingga melewati garis marka jalan. Benturan antara truk Isuzu ELF bernomor polisi B 9196 VYT dan Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi BL 8564 AG itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp30 juta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kewaspadaan pengemudi sangat menentukan keselamatan, terutama saat melintasi jalur menikung dengan arus lalu lintas yang ramai.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk Isuzu ELF yang dikemudikan AI Sundari AS melaju dari arah Parungkuda menuju Cibadak.
Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut melintasi jalan yang menikung ke kiri. Diduga kurang konsentrasi, pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan bergerak ke kanan dan melewati garis marka jalan.
“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Mitsubishi Colt Diesel yang dikemudikan Retno Syahputra Saragih dengan membawa seorang penumpang bernama Curyanti Suhayati,” ungkapnya.
“Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Isuzu ELF, AI Sundari AS, mengalami luka sobek terbuka pada kaki kiri,” imbuhnya.
Sementara itu, lanjut Wangsit pengemudi Mitsubishi Colt Diesel, Retno Syahputra Saragih, mengalami memar di dada kanan dan kaki. Adapun penumpangnya, Curyanti Suhayati, mengalami memar pada lengan kanan.
“Berdasarkan data penanganan kecelakaan, tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka berat dalam peristiwa tersebut. Ketiga korban tercatat mengalami luka ringan,” tuturnya.
Masih kata Wangsit, kecelakaan di jalur menikung seperti ini menjadi peringatan bagi para pengemudi untuk menjaga konsentrasi, mengendalikan kecepatan, serta tetap berada di jalur masing-masing.
“Terlebih, kawasan Jalan Raya Parungkuda merupakan jalur yang dilalui kendaraan dengan arus lalu lintas cukup ramai. Kesalahan kecil saat mengemudi berpotensi berujung pada kecelakaan, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” tuturnya. (stm)































