SUKABUMITIMES.com – Jalan yang layak, air bersih, hingga rumah yang aman menjadi kebutuhan mendasar warga desa. Persoalan-persoalan inilah yang disasar dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Tak sekadar membangun infrastruktur, program yang digelar Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi ini juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat. Mulai dari pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer, pembangunan lima titik sumur bor, hingga perbaikan lima rumah tidak layak huni (rutilahu), seluruhnya masuk dalam sasaran pembangunan selama satu bulan ke depan.
TMMD ke-130 resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026), melalui upacara di Lapangan Bola Cikiara Kebun yang dipimpin Wakil Bupati Sukabumi, Andreas. Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.
Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo, menjelaskan TMMD ke-130 berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Salah satu sasaran utamanya adalah pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 2,5 meter. Selain itu, program ini mencakup rehabilitasi satu unit posyandu dan satu jembatan, pembangunan lima titik sumur bor dan tiga unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta perbaikan lima rumah tidak layak huni.
Pekerjaan tersebut, kata Letkol Inf. Agung diharapkan mendukung aksesibilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan fasilitas dasar di desa.
“Untuk kegiatan TMMD ini, kita melibatkan sampai dengan 150 orang personel, terdiri dari Angkatan Darat, Laut, Udara, maupun dari kepolisian. Dibantu juga dengan pihak pemerintah daerah,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan telah dimulai melalui tahap pra-TMMD sejak 20 September 2026. Langkah tersebut dilakukan karena beberapa sasaran membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang dan dikhawatirkan tidak cukup jika hanya mengandalkan masa pelaksanaan utama selama 30 hari.
Hingga pembukaan TMMD, progres fisik pada tahap pra-TMMD dilaporkan mencapai sekitar 65 persen, meliputi pengerjaan jalan, sumur bor, rutilahu, dan rehabilitasi jembatan. Agung menegaskan, percepatan pekerjaan tidak akan menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pembangunan.
“Untuk pra-TMMD ini yang sudah kita laksanakan kurang lebih 65 persen di pengerjaan fisiknya. Tetap kita akan kerjakan tanpa mengurangi spesifikasi yang ada,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 turut menyasar ketahanan pangan melalui pengembangan lahan seluas satu hektare di Kampung Sukadamai.
“Program sosial lainnya meliputi pemberian 100 paket makanan tambahan, penanaman 500 polibag tanaman penghijauan di Gunung Hanjuang, pembersihan fasilitas umum dan Masjid Ar-Rahman, serta penyaluran 100 paket sembako,” jelasnya.
Sementara itu, lanjut Letkol Inf. Agung Ariwibowo, kegiatan nonfisik akan diisi dengan penyuluhan keagamaan, kesehatan, pertanian, peternakan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wawasan kebangsaan.
“Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk mendukung pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyampaikan bahwa TMMD menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan daerah sekaligus mendorong masyarakat agar lebih sejahtera dan mandiri.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, hingga masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung dan mengapresiasi program TMMD ini. Melalui program ini, kita membangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Andreas.
Ia berharap pelaksanaan TMMD dapat memperkuat semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Dengan target pengerjaan hingga 11 November 2026, program ini diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian proyek fisik semata. Jalan yang lebih layak, ketersediaan air bersih, fasilitas umum yang memadai, serta rumah yang lebih aman menjadi manfaat yang ditunggu masyarakat dari pembangunan di Desa Mekarjaya,” tandasnya. (stm)

































