SUKABUMITIMES.com – Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi NasDem, Saan Mustofa, menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar menjalankan jabatan, melainkan bentuk ibadah yang harus memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Lurah Cikundul dan Silaturahmi Bersama Kang Saan Mustofa yang berlangsung di aula Kelurahan Cikundul Kota Sukabumi pada Sabtu (10/10/2026).
Dalam sambutannya, Saan mengatakan, satu tahun kepemimpinan merupakan momentum penting untuk bersyukur sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang telah dilakukan bagi masyarakat.
“Silaturahmi ini tentu membawa berkah buat kita semua. Apalagi hari ini, tepatnya 20 Oktober, satu tahun kepemimpinannya Kang Ateng sebagai Lurah Cikundul. Tentu ini patut kita syukuri dan kita renungkan,” ungkap Kang Saan begitu biasa di sapa.
Menurut Waketum DPP partai NasDem, seorang pemimpin perlu melakukan refleksi untuk mengukur sejauh mana kebijakan dan pengabdiannya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dalam menjalani kehidupan, selain mensyukuri apa yang sudah kita jalani, tentu kita juga harus melakukan kontemplasi, refleksi, dan evaluasi. Apa yang sudah kita perbuat untuk masyarakat?” ujarnya.
Ia menekankan, prinsip utama kepemimpinan adalah pengabdian, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
“Karena memimpin itu pada dasarnya beribadah. Beribadah untuk menghasilkan yang terbaik buat masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan agar kehidupannya bisa berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.
Saan juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak cukup diukur berdasarkan penilaiannya sendiri, tetapi harus dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Memimpin itu ibadah, memberikan kemaslahatan dan kemanfaatan. Jadi, bukan hanya baik buat pemimpin, tetapi masyarakatnya juga harus merasakan kebaikan itu,” katanya.
“Baik menurut pemimpin belum tentu baik menurut masyarakat. Tapi kalau baik menurut masyarakat, pasti itu baik bagi pemimpin. Makanya, memberikan kebaikan buat masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” sambungnya.
Lebih lanjut, Saan menyebut lurah sebagai ujung tombak pemerintahan yang memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan wilayah. Menurutnya, pembangunan kota harus dimulai dari penguatan kelurahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.
“Lurah itu adalah ujung tombak dari pemerintahan kota. Kalau kelurahannya maju, kecamatan maju. Kalau kecamatan maju, tentu kotanya juga maju,” jelasnya.
“Kalau ingin Kota Sukabumi maju dan masyarakatnya sejahtera, maka majukan dulu kelurahannya. Sejahterakan dulu masyarakat yang ada di kelurahan. Tidak bisa tiba-tiba kota menjadi maju kalau kelurahannya tidak dibenahi,” tambah Saan.
Ia pun mendorong agar refleksi satu tahun kepemimpinan Lurah Cikundul menjadi kesempatan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang adil, mudah, serta terjangkau.
“Pendidikan itu mendasar. Jangan sampai akses pendidikan hanya berpihak kepada orang-orang yang mampu, sementara masyarakat yang membutuhkan bantuan justru kesulitan mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas,” ungkapnya.
Menurut Saan, keadilan dalam pendidikan tidak cukup hanya dengan menghapus biaya sekolah, tetapi juga memastikan tidak ada beban lain yang menghambat anak-anak dalam memperoleh haknya.
“Pendidikan itu bukan hanya harus murah, tetapi kalau bisa gratis dan berkualitas. Masyarakat yang mampu, kurang mampu, maupun tidak mampu harus sama-sama mendapatkan keadilan dalam mengakses pendidikan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti persoalan ijazah yang masih tertahan akibat tunggakan biaya sekolah, sehingga dapat menghambat masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Masih ada ijazah anak SD, SMP, bahkan SMA yang tertahan karena orang tuanya tidak mampu melunasi tunggakan. Nah, itu berarti belum ada keadilan dalam akses pendidikan,” katanya.
Selain pendidikan, Saan meminta pemerintah kelurahan turut memperhatikan akses pelayanan kesehatan agar seluruh warga bisa memperoleh layanan yang mudah dijangkau dan terjangkau secara biaya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung informasi bahwa Kelurahan Cikundul termasuk salah satu wilayah dengan kontribusi pajak yang baik di Kota Sukabumi. Menurutnya, kepatuhan masyarakat harus dibalas dengan pelayanan publik yang berkualitas.
“Kalau warga masyarakatnya taat membayar pajak, maka ketaatan itu harus dipertanggungjawabkan dalam bentuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakatnya,” tegasnya.
Saan berharap, satu tahun kepemimpinan Lurah Cikundul dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan satu tahun Kang Ateng memimpin Cikundul ini memberikan kemaslahatan dan kemanfaatan, sehingga kepemimpinannya berkah dan mendapatkan rida dari Allah SWT,” pungkasnya. ( sya)






























