SUKABUMITIMES.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program tersebut kembali hadir di Kecamatan Lembursitu dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
GPM yang berlangsung di Aula Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Selasa (6/10/2026), dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.
Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras, minyak goreng, telur, daging ayam, sayuran, serta berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Yadi Muhammad Erlangga mengatakan, GPM merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Komoditas yang tersedia dalam GPM ini harganya sekitar 10 hingga 15 persen lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” ujar Yadi.
Menurut dia, pelaksanaan GPM direncanakan berlangsung sebanyak 35 kali hingga akhir 2026 atau sekitar Desember. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Sukabumi.
Masyarakat dipersilakan membeli kebutuhan pangan yang tersedia dalam kegiatan tersebut. Namun, pemerintah tetap memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang dinilai paling membutuhkan.
“Untuk masyarakat yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari dipersilakan. Tidak dibatasi sesuai komoditas yang tersedia. Namun, kami lebih memprioritaskan masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” katanya.
Selain menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, GPM juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.
Yadi mengatakan, keterlibatan UMKM diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga terjangkau, sementara pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan memperluas pasar.
“Di GPM ini kami juga melibatkan UMKM setempat sehingga para pelaku UMKM dapat menjajakan hasil produk-produknya,” ujar Yadi.
Untuk komoditas beras, DKP3 Kota Sukabumi bekerja sama dengan Pihak Bulog. Kerja sama tersebut memungkinkan pemerintah menghadirkan beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Menurut Yadi, ketersediaan komoditas dengan harga yang lebih murah menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak harga pangan.
Yadi menjelaskan, pelaksanaan GPM juga berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempertahankan kinerja pengendalian inflasi.
Pembiayaan kegiatan tersebut, kata dia, bersumber dari penghargaan yang diperoleh Kota Sukabumi atas capaian dalam pengendalian inflasi.
“Anggaran GPM ini berasal dari hadiah inflasi karena beberapa waktu lalu kita mendapatkan juara dalam hal penekanan inflasi,” kata Yadi.
Ia berharap pelaksanaan GPM dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas harga pangan di Kota Sukabumi. Dengan tersedianya kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, masyarakat diharapkan tidak terlalu terbebani ketika terjadi kenaikan harga di pasaran.
“Melalui kegiatan GPM ini kita bisa ikut mengendalikan inflasi sehingga harga-harga bisa tetap stabil,” ujarnya.
Yadi menambahkan, pelaksanaan GPM telah menjangkau tujuh kecamatan di Kota Sukabumi. Setelah seluruh kecamatan mendapatkan giliran, kegiatan serupa selanjutnya berpeluang dilaksanakan hingga tingkat kelurahan.
“Dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi seluruhnya sudah dilaksanakan GPM. Selebihnya mungkin akan dilaksanakan di tingkat kelurahan,” kata Yadi. (rus)




























