SUKABUMITIMES.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Budidaya Hidroponik Melon pada Selasa (29/9/2026) di Greenhouse Hidroponik, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Jaya, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Program Pusaka Tani mendorong peningkatan produktivitas budidaya melon hidroponik kelompok binaan Rumah Gizi Rawajaya (RGR). Melalui penguatan kapasitas dan penerapan teknik budidaya yang tepat, hasil panen meningkat dari 38 kilogram menjadi 362 kilogram per kuartal atau meningkat sebesar 852,63 persen. Program ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kerja sama dengan Tambun Farm, sekaligus mendorong keterlibatan perempuan dan pemuda.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur serta 20 anggota kelompok Rumah Gizi Rawajaya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pelatihan untuk memperkuat kemampuan pengelolaan usaha dan pemasaran. Materi yang diberikan meliputi pemilihan varietas, media tanam, pengaturan nutrisi, pengendalian hama dan penyakit, pencatatan produksi, hingga strategi pemasaran. Peserta juga melakukan praktik langsung di area hidroponik kelompok binaan untuk menerapkan teknik budidaya secara tepat.
Ketua kelompok Rumah Gizi Rawajaya, Sukron Mamun, mengapresiasi dukungan Pertamina dalam meningkatkan kapasitas anggota kelompok melalui pelatihan budidaya melon hidroponik.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai pengelolaan nutrisi dan teknik panen yang tepat. Keterampilan baru ini membantu mengurangi ketergantungan pada input berlebih dan menurunkan risiko gagal panen. Peningkatan hasil panen melon tidak hanya mendukung peluang ekonomi bagi kelompok, tetapi juga mendorong ketahanan pangan lokal masyarakat,” ujar Sukron.
Apresiasi juga disampaikan oleh Staf Pemberdayaan Masyarakat Bidang Peran Serta Masyarakat, Data dan Informasi DLH Provinsi DKI Jakarta, Suci Resti Pratiwi. Suci menyampaikan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Pertamina AFT Halim Perdanakusuma sejalan dengan upaya DKI Jakarta dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan.
“Program pemberdayaan masyarakat yang telah diinisiasi oleh Pertamina AFT Halim Perdanakusuma ini sejalan dengan fokus pembangunan DKI Jakarta dalam mendorong ketahanan pangan lokal yang juga dibarengi dengan pengelolaan lingkungan. Harapannya, kebermanfaatan yang telah dirasakan di Rawajaya dapat diterapkan dan diperluas ke wilayah lain di Jakarta,” ujar Suci.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kelompok merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berpusat pada masyarakat.
“Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, Pertamina berkomitmen menjadikan masyarakat sebagai pelaku pembangunan sekaligus inti dari program. Tujuan jangka panjang kami adalah membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ujar Reno.
Program Pusaka Tani turut mendukung Asta Cita melalui penguatan ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan penerapan pertanian ramah lingkungan. (*/sya)































