SUKABUMITIMES.com – Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabarudin menyampaikan, atap rumah warga di Jalan Sarasa RT 02/RW 01, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, ambruk akibat konstruksi penyangga yang mengalami pelapukan.
Hal tersebut diungkapkan Yoseph Sabarudin kepada sukabumitimes.com pada Rabu (30/9/2026).
“Berdasarkan assessment, atap rumah ambruk karena material penyangganya mengalami pelapukan,” ujar Yoseph Sabarudin, Rabu (30/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Rumah yang terdampak merupakan milik Asep (40), yang dihuni satu kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Yoseph menjelaskan, kondisi material bangunan yang telah lapuk menyebabkan kekuatan struktur atap menurun. Akibatnya, bagian atap tidak lagi mampu menopang beban konstruksi secara optimal.
“Material yang lapuk membuat kekuatan struktur menurun,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian atap rumah kemudian ambruk dan menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan dengan luas sekitar 6×8 meter.
“Kerusakan terjadi pada bagian atap rumah,” katanya.
Meski mengalami kerusakan, lima warga yang menghuni rumah tersebut tidak sampai mengungsi.
“Tidak ada warga yang mengungsi,” ungkap Yoseph.
Yoseph mengatakan, kejadian tersebut baru dilaporkan kepada BPBD Kota Sukabumi pada Rabu, 30 September 2026 sekitar pukul 08.42 WIB, atau sekitar satu pekan setelah peristiwa atap ambruk terjadi.
“Laporan kami terima pada 30 September sekitar pukul 08.42 WIB,” terangnya.
Setelah menerima laporan, BPBD Kota Sukabumi langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan petugas untuk melakukan assessment dan pendataan kondisi rumah.
“Setelah laporan diterima, petugas langsung melakukan assessment,” jelasnya.
Assessment dilakukan sekitar pukul 09.38 WIB di lokasi kejadian. Petugas memeriksa bagian rumah yang mengalami kerusakan, mendata warga terdampak, serta melakukan dokumentasi.
“Kami juga melakukan pendataan dan dokumentasi di lokasi,” kata Yoseph.
Selain itu, petugas memberikan imbauan kepada penghuni rumah agar menjauhi bagian bangunan yang berpotensi membahayakan.
“Penghuni kami imbau menjauhi bagian yang rawan,” ujarnya.
Pemilik rumah juga diarahkan untuk segera memperbaiki bagian konstruksi yang mengalami pelapukan.
“Pemilik rumah diarahkan melakukan perbaikan,” tambahnya.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kota Sukabumi turut berkoordinasi dengan unsur RT dan RW setempat. Hasil assessment kemudian dilaporkan kepada pimpinan.
Untuk kebutuhan mendesak, keluarga terdampak saat ini membutuhkan terpal untuk membantu melindungi bagian rumah yang mengalami kerusakan.
“Kebutuhan mendesaknya berupa terpal,” tutur Yoseph.
Sementara itu, kerugian materi akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan. (sya)
































