SUKABUMITIMES.com – Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Fuel Terminal (FT) Bandung untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.
Di Kota Bandung, Teman Tuli masih menghadapi berbagai hambatan dalam berkomunikasi, mengakses informasi, serta memperoleh ruang partisipasi sosial. Di sisi lain, petani kopi di kawasan Kaki Gunung Papandayan masih menghadapi persoalan kemiskinan. Kondisi tersebut mendorong Pertamina menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Berbagi Rasa dan Cerita” yang mengintegrasikan hilirisasi kopi dengan pemberdayaan penyandang disabilitas, khususnya melalui pengembangan keterampilan sebagai barista.
Menjawab kondisi tersebut, Pertamina menjalankan berbagai kegiatan melalui program “Berbagi Rasa dan Cerita”, mulai dari pembangunan rumah produksi kopi di Desa Cipaganti, pengembangan Kafe Inklusi Kopi Berbagi, pelatihan keterampilan barista bagi penyandang disabilitas, pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), hingga pengembangan inovasi Barista Smart Glasses. Hingga September 2026, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 423 penerima manfaat yang terdiri atas petani kopi dan barista penyandang disabilitas.
Local Hero sekaligus penerima manfaat program “Berbagi Rasa dan Cerita”, Dede Ahmad, mengapresiasi kehadiran program yang menghubungkan potensi kopi lokal dengan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Menurutnya, hilirisasi kopi dari Kaki Gunung Papandayan menjadi kafe inklusi turut meningkatkan pendapatan petani kopi hingga 275%, sekaligus membantu membuka kesempatan kerja dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung.
“Dengan adanya hilirisasi kopi dari Kaki Gunung Papandayan menjadi Kafe Inklusi, pendapatan petani kopi dapat meningkat hingga 275%. Selain itu, program ini juga membantu teman-teman difabel di Kota Bandung untuk memperoleh pekerjaan dan kesempatan yang setara. Mewakili seluruh petani kopi dan teman-teman difabel, kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina,” ujar Dede.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Melalui program ‘Berbagi Rasa dan Cerita’, Pertamina berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang dan berpartisipasi. Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat, tidak hanya melalui pemberdayaan potensi lokal, tetapi juga dengan menciptakan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas,” ujar Reno.
Program “Berbagi Rasa dan Cerita” juga selaras dengan arah program Asta Cita keempat yang mencakup pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Melalui program TJSL yang inklusif, Pertamina terus berupaya berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang memberikan kesempatan lebih luas bagi setiap individu untuk berkembang dan berpartisipasi. (*/sya)

































