SUKABUMITIMES.com – Kepanikan sempat terjadi di tengah perairan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/9/2026). Kapal nelayan KM SS 1 GT 6 mengalami kebocoran pada bagian lambung hingga nyaris tenggelam saat berlayar di perairan tengah.
Kapal yang dinakhodai Izhar tersebut membawa delapan anak buah kapal (ABK), selain muatan alat tangkap, logistik dan ikan.
Kasatpolairud Polres Sukabumi AKP Dadi, mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Kebocoran membuat kondisi kapal semakin mengkhawatirkan karena kapal disebut membawa muatan melebihi kapasitas atau overload.
“Terjadi kebocoran pada lambung kapal KM SS 1 yang mengakibatkan kapal hampir tenggelam di perairan SBH Tengah,” ujar AKP Dadi.
Situasi semakin genting karena kapal berada di tengah perairan. Beruntung, dua kapal nelayan yang melintas, yakni KM Permata 1 dan KM Permata 3, datang memberikan pertolongan. Kedua kapal tersebut kemudian membantu menarik KM SS 1 yang mengalami kebocoran menuju Dermaga PPN Palabuhanratu untuk menjalani proses evakuasi.
Aksi pertolongan tersebut membuat kapal bersama seluruh awaknya berhasil dibawa menjauh dari kondisi yang lebih berbahaya.
AKP Dadi memastikan, dalam kejadian tersebut tidak ditemukan korban jiwa. Seluruh proses penanganan berlangsung dalam kondisi aman.
“Saat ini KM SS 1 sudah berada di dock TPI/Dermaga PPN Palabuhanratu dan masih dalam proses evakuasi serta perbaikan akibat kebocoran,” jelasnya.
“Petugas piket siaga Mako Satpolairud Polres Sukabumi juga telah mendatangi lokasi, melakukan pengumpulan bahan keterangan serta penanganan terhadap kejadian tersebut,” sambungnya.
Sementara itu, lanjut Dadi, keterangan awal dari Dede (41), nakhoda KM Permata 1 sekaligus nelayan asal Palabuhanratu, turut menjadi bagian dari informasi yang dikumpulkan petugas dilapangan.
“Kami menghimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi kapal dan kapasitas muatan sebelum melaut. Sebab, ketika masalah terjadi di tengah laut, kondisi kapal yang mengalami kebocoran dapat dengan cepat berubah menjadi situasi darurat,” tuturnya.
“Hingga sore ini, KM SS 1 masih menjalani proses perbaikan di Dermaga PPN Palabuhanratu oleh nelayan pemilik kapal,” tandasnya. (stm)



























