SUKABUMITIMES.com – Pengurus Persorasi Kota Sukabumi sekaligus Pembina Merdeka Skateboard, Erwin Permana, mengungkapkan para skateboarder Kota Sukabumi tetap menjalani latihan meski harus menghadapi keterbatasan fasilitas menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Para atlet terlihat berlatih sekaligus membuat konten di pelataran Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026) siang.
Aktivitas tersebut dilakukan di tengah persiapan menuju Porprov Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Erwin mengatakan, saat ini pihaknya tengah berpacu dengan waktu untuk menentukan sekaligus mematangkan komposisi atlet yang akan memperkuat Kota Sukabumi.
“Kita memang dikejar waktu untuk mengejar target anak-anak ini, atlet buat terpilih nanti Porprov bulan November,” ujar Erwin saat ditemui di sela aktivitas.
Namun, persiapan para atlet menghadapi kendala fasilitas. Skatepark yang selama ini menjadi tempat latihan sedang menjalani proses renovasi karena kondisinya sudah mengalami kerusakan.
“Skateparknya lagi direnovasi, ditambalin dulu sama anak-anak sementara, karena itu sudah tidak proper, sudah banyak yang bolong,” katanya.
Menurut Erwin, perbaikan tersebut dilakukan secara sementara oleh para atlet dan komunitas agar fasilitas yang ada masih bisa digunakan untuk berlatih.
“Kita memang sudah cukup lama menunggu perbaikan,” ujarnya.
Meski fasilitas belum sepenuhnya siap, proses pembinaan atlet tetap berjalan. Persorasi Kota Sukabumi saat ini telah memiliki sejumlah atlet yang masuk dalam pembinaan untuk menghadapi Porprov 2026.
“Untuk Porprov, kemarin sudah ada yang terpilih untuk pembinaan,” kata Erwin.
“Untuk atlet dari kita skateboard itu ada dewasanya dua, under 15-nya tiga, jadi total lima,” lanjutnya.
Erwin menjelaskan, pemantapan atlet masih terus dilakukan. Seleksi juga belum sepenuhnya berhenti karena pihaknya masih ingin melihat perkembangan kemampuan para skateboarder yang berpotensi masuk dalam tim Porprov.
“Jadi kita harus ngasah lagi anak-anak, siapa yang terpilih lagi,” ungkapnya.
Salah satu agenda yang akan menjadi bagian dari proses tersebut adalah Skate Day Tour 76 yang dijadwalkan berlanjut ke Serpong pada 3 Oktober 2026.
Kegiatan itu menjadi kesempatan bagi para atlet untuk kembali mengasah kemampuan sekaligus bagi pembina untuk melihat potensi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov.
Dalam persiapan menuju Porprov, Erwin mengakui adanya dukungan dari pemerintah. Namun, ia menyebut dukungan pembiayaan pada tahun sebelumnya masih terbatas.
“Dukungan pemerintah ada, cuma tahun kemarin saja adanya cuma dapat dananya ala kadarnya,” katanya.
Menurut Erwin, anggaran tersebut juga harus dibagi dengan cabang olahraga sepatu roda sehingga kebutuhan pembinaan skateboard belum seluruhnya dapat terakomodasi.
“Dan memang kita kemarin dibagi dua sama sepatu roda,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Persorasi Kota Sukabumi harus mencari sumber pendanaan tambahan untuk mendukung kebutuhan para atlet.
“Kita mau enggak mau harus cari sponsor lagi untuk memfasilitasi anak-anak,” kata Erwin.
Sementara untuk Porprov 2026, ia mengatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kepastian dukungan anggaran yang akan diterima.
“Dan sekarang belum ada obrolan untuk dananya bagaimana,” tuturnya.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Erwin menegaskan bahwa skateboard Kota Sukabumi memiliki potensi atlet yang cukup besar.
Ia mencontohkan salah satu atlet asal Sukabumi yang pernah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Erwin menjelaskan, sebelum skateboard masuk dalam pembinaan pemerintah, olahraga tersebut memiliki federasi sendiri dan dikenal sebagai bagian dari olahraga extreme game.
Perhatian terhadap skateboard kemudian semakin berkembang setelah cabang olahraga tersebut masuk dalam pembinaan pemerintah, termasuk dalam momentum Asian Games 2018.
Saat itu, salah seorang skateboarder asal Sukabumi mengikuti proses seleksi tingkat nasional.
“Dari seleksi 4.000 lebih skateboard se-Indonesia, dia masuk enam besar dan terpilih untuk mewakili Jawa Barat,” ungkap Erwin.
Atlet tersebut kemudian menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat selama sekitar 40 hari bersama sejumlah atlet lainnya yang dipersiapkan untuk mewakili Indonesia.
Erwin menyebut atlet asal Sukabumi tersebut bernama Wanda.
Pada ajang 2018, Wanda disebut berhasil meraih medali perak untuk Indonesia.
“Alhamdulillah dia di 2018 dapat perak di Indonesia. Itu salah satunya atlet dari Sukabumi,” pungkasnya. (sya)




























