SUKABUMITIMES.com – KONI Kota Sukabumi memastikan tetap berupaya memberangkatkan atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat XV 2026 meski hingga kini kepastian anggaran masih menjadi persoalan besar.
Penegasan itu disampaikan Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, usai audiensi bersama Komisi III DPRD dan Disporapar Kota Sukabumi di ruang rapat Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Rabu (13/5/2026).
“Kami di KONI tetap berupaya agar Kota Sukabumi bisa mengirimkan atlet ke Porprov 2026. Karena itu berbagai skema dan opsi sudah kami siapkan sejak awal,” ujar Yoseph.
Menurut Yoseph, hingga kini KONI masih menghadapi keterbatasan anggaran, terutama pada Biaya Operasional Keolahragaan (BOK) yang nilainya dinilai sangat minim dan pencairannya dilakukan dalam dua termin.
“Kami juga mempertanyakan hal yang sama, karena anggaran BOK KONI sendiri sangat minim dan pencairannya dibagi dua termin,” katanya.
Ia menjelaskan, klasifikasi cabang olahraga yang disusun KONI bukan untuk menentukan keberangkatan atlet ke Porprov, melainkan sebagai langkah pengaturan penggunaan dana BOK agar lebih tepat sasaran.
“Kami membuat kriteria untuk kebutuhan BOK, ada cabor unggulan, andalan, harapan sampai potensi. Itu untuk klasifikasi pembinaan dan pengalokasian anggaran yang ada,” jelas Yoseph.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar keterbatasan anggaran tidak memicu kecemburuan sosial di antara cabang olahraga.
“Kami mencoba mengantisipasi supaya tidak muncul kecemburuan sosial di internal cabor,” ucapnya.
Dalam audiensi tersebut, DPRD Kota Sukabumi mempertanyakan kejelasan anggaran keberangkatan atlet menuju Porprov Jabar 2026. Yoseph mengaku hingga saat ini belum ada kepastian mengenai anggaran khusus Porprov di luar dana BOK.
“Pertanyaannya sekarang, anggaran di luar BOK termasuk untuk Porprov itu mana? Kami dipusingkan dengan kondisi ini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya wacana penggunaan dana BOK untuk kebutuhan Porprov yang dinilai tidak realistis.
“Ada rencana BOK dipakai juga untuk Porprov. Itu menurut kami tidak masuk akal,” tandas Yoseph.
Meski begitu, KONI menegaskan tidak ingin menyerah terhadap situasi yang ada dan tetap mencari berbagai cara agar atlet Kota Sukabumi dapat tampil membawa nama daerah di ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kota Sukabumi, Yoga Pratama, mengatakan pihaknya kini mulai membuka peluang dukungan dari sektor swasta untuk membantu efisiensi pembiayaan.
Salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan ialah menjalin kerja sama dengan Primaya Hospital Sukabumi dalam layanan kesehatan dan penanganan cedera atlet.
“Itu bisa membantu efisiensi anggaran pada pos kesehatan dan penanganan atlet cedera,” kata Yoga.
Namun, saat KONI mencoba menjajaki dukungan dari sejumlah perusahaan lain, respons yang diterima masih belum sesuai harapan.
“Jawaban dari perusahaan rata-rata sama, bahwa urusan olahraga tidak tercantum dalam bidang mereka,” ungkapnya.
Karena itu, KONI berharap ada dukungan dan rekomendasi resmi dari pemerintah daerah maupun DPRD agar dapat memperkuat posisi saat mencari sponsor dan bantuan.
“Kami meminta komitmen dari anggota dewan, wali kota dan Dispora. Jadi ketika kami datang mencari dukungan, ada surat yang bisa menjadi nilai negosiasi,” ujarnya.
Yoga menambahkan, seluruh langkah yang disiapkan KONI merupakan bentuk ikhtiar agar atlet Kota Sukabumi tetap bisa mengikuti Porprov Jabar 2026.
“Upaya kami adalah merencanakan yang terbaik dari kondisi terburuk. Intinya kami tetap berusaha agar atlet Kota Sukabumi bisa berangkat,”pungkasnya. (sya)
























