SUKABUMITIMES.com — Dukungan kuat datang dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terhadap perjuangan menjadikan tokoh asal Sukabumi, Mr. R. Syamsudin, sebagai Pahlawan Nasional.
Di hadapan ribuan peserta Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI) 2026 di Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/9/2026), Jenderal Sigit secara terbuka menyatakan siap mendukung sekaligus mengawal proses pengusulan tersebut.
“Saya mendukung usulan untuk mengusulkan Mr. R. Syamsudin menjadi pahlawan nasional,” tegas Jenderal Sigit saat memberikan amanat sebagai Pembina Upacara Apel Kebangsaan.
Kapolri bahkan mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah pusat tidak berlama-lama dalam menyelesaikan tahapan administrasi pengusulan gelar tersebut.
“Ini tentunya tugas dari Pak Bupati, Pak Walikota, dan wabilkhusus yang sekarang berada di Staf Kepresidenan karena tinggal melangkah satu langkah lagi,” ujarnya.
Jenderal Sigit memastikan kepolisian siap mengambil bagian dalam mengawal proses tersebut.
“Saya bagian mengawal dari belakang,” katanya.
Pernyataan Kapolri itu langsung mendapat sambutan positif dari Penasihat Pusat PUI yang juga Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden (KSP), Prof. KH. Achmad Tjachja Nurgana, bersama sekitar 5.400 kader Pramuka PUI yang mengikuti Kemah Nasional.
Tak hanya berbicara soal Mr. R. Syamsudin, Kapolri juga menyinggung perjalanan panjang PUI dalam sejarah bangsa Indonesia.
Menurutnya, PUI memiliki posisi penting karena telah berdiri dan bergerak jauh sebelum Indonesia merdeka.
“PUI sudah lahir dari sebelum zaman kemerdekaan dan berada di posisi Wasathiyah,” kata Jenderal Sigit.
Ia menilai karakter moderat atau wasathiyah yang selama ini melekat pada PUI merupakan nilai yang harus terus dipertahankan di tengah kehidupan kebangsaan.
“Ini tentunya menjadi salah satu yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Jenderal Sigit juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi PUI dalam memperjuangkan bangsa sejak masa sebelum kemerdekaan hingga saat ini.
“PUI yang sudah merintis jauh sebelum kemerdekaan dan memperjuangkannya sampai saat ini merupakan pilihan tepat yang harus dirawat sampai kapan pun,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Persatuan Umat Islam (PUI) H. Raizal Aripin mengungkapkan alasan kuat di balik pengusulan Mr. R. Syamsudin sebagai Pahlawan Nasional.
Menurut Raizal, Mr. R. Syamsudin bukan sekadar tokoh dalam perjalanan organisasi PUI. Ia menyebut perannya sangat besar dalam menghubungkan dua tokoh penting PUI, yakni K.H. Ahmad Sanusi dan K.H. Abdul Halim.
“Di internal PUI, beliau adalah sosok kunci yang menghubungkan K.H. Ahmad Sanusi dengan K.H. Abdul Halim,” ujar Raizal Aripin kepada Radar Sukabumi di Selabintana, Rabu (3/9/2026).
Peran tersebut, kata Raizal, semakin penting setelah K.H. Ahmad Sanusi wafat.
“Ketika K.H. Ahmad Sanusi wafat, terdapat amanat surat yang disampaikan kepada K.H. Abdul Halim untuk memfusikan organisasi di Sukabumi dan Majalengka hingga menjadi PUI seperti sekarang,” jelasnya.
Raizal menilai kontribusi Mr. R. Syamsudin juga tidak berhenti pada urusan internal organisasi. Rekam jejaknya dalam perjuangan kebangsaan dinilai menjadi salah satu alasan kuat mengapa gelar Pahlawan Nasional layak diberikan.
“Positioning rekam jejak kebangsaan Mr. R. Syamsudin sangat kuat,” ungkapnya.
Dalam catatan sejarah, Mr. R. Syamsudin pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
“Beliau tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI,” katanya.
Raizal juga menyebut Mr. R. Syamsudin pernah menduduki posisi strategis dalam pemerintahan Republik Indonesia.
“Beliau pernah mengemban amanah sebagai Wakil Perdana Menteri II Republik Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, kiprahnya berlanjut di dunia diplomasi dengan dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Pakistan.
“Beliau juga pernah bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Pakistan,” tambah Raizal.
Untuk merealisasikan usulan tersebut, DPP PUI akan mengikuti seluruh mekanisme yang telah ditentukan pemerintah.
Raizal mengatakan prosesnya tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui sejumlah tahapan mulai dari daerah hingga tingkat pusat.
“Pengusulan dilakukan oleh DPP PUI secara berjenjang,” jelasnya.
Tahapan awal akan dilakukan melalui seminar di daerah, kemudian hasilnya diteruskan ke tingkat provinsi sebelum masuk ke pemerintah pusat.
“Kita mulai dengan menggelar seminar di daerah, lalu diusulkan ke tingkat provinsi, hingga ke tingkat pusat,” ungkap Raizal.
Ia memastikan PUI akan terus mengawal proses tersebut. Dukungan dari KSP juga dinilai menjadi modal penting dalam memperjuangkan pengakuan negara terhadap jasa Mr. R. Syamsudin.
“Seperti yang disampaikan Pak Kapolri, proses ini juga dikawal oleh keluarga besar kami di Kantor Staf Presiden (KSP),” tuturnya.
Raizal pun menyimpan harapan besar agar perjuangan tersebut berujung pada keputusan negara yang mengangkat Mr. R. Syamsudin sebagai Pahlawan Nasional.
“Harapan kami usulan ini bisa gol,” tegasnya.
Jika terealisasi, kata Raizal, penganugerahan tersebut bukan hanya menjadi penghormatan bagi keluarga besar PUI, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi.
“Menjadi kebanggaan warga Sukabumi karena menambah satu lagi Pahlawan Nasional setelah K.H. Ahmad Sanusi,” pungkasnya. (sya)





























