SUKABUMITIMES.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan menindaklanjuti dugaan tindakan intimidatif yang dilakukan seorang oknum yang mengaku wartawan di SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Hal tersebut diungkapkan KDM begitu dia disapa melalui media sosialnya yang diunggah setelah melihat memperhatikan kejadian yang terjadi di SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi pada Selasa (1/9/2026).
“Hari ini saya akan meminta tim hukum untuk segera datang ke lokasi guna menginventarisasi peristiwa tersebut,” ujar Dedi Mulyadi, Selasa (1/9/2026).
Dedi menyayangkan tindakan oknum tersebut yang disebut berteriak-teriak dan mencak-mencak di lingkungan sekolah, terlebih banyak anak-anak yang sedang bermain.
“Saya sangat menyayangkan. Apalagi di situ banyak anak-anak yang sedang bermain,” katanya.
Meski mengaku belum mengetahui persoalan sebenarnya, Dedi menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip yang semestinya dimiliki seorang jurnalis.
“Saya tidak tahu persoalan sebenarnya apa. Tetapi, hal tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki seorang jurnalis,” tegasnya.
Dedi mengatakan, tim hukum Pemprov Jabar akan melakukan inventarisasi sekaligus advokasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kita harus melindungi lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai unsur intimidasi yang dapat merusak sistem pengelolaan pendidikan,” ujarnya.
“Memang ini menjadi tanggung jawab Bupati dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, tetapi harus ada langkah nyata untuk melindungi pendidikan di Jawa Barat, baik tingkat dasar, pertama maupun menengah,” pungkas Dedi. (sya)






























