Kebocoran Air Perumda AM TBW Kota Sukabumi Turun Jadi 59 Persen, Dian Apriandi: Masih Cukup Tinggi

SUKABUMITIMES.com — Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda AM TBW) Kota Sukabumi Dian Apriandi mengungkapkan tingkat kebocoran atau kehilangan air di wilayah pelayanan Perumda AM TBW mengalami penurunan pada Juli 2026.

Dian mengatakan, tingkat kebocoran air yang sebelumnya mencapai 60,01 persen pada Juni 2026, turun menjadi 59 persen pada Juli 2026.

“Untuk bulan Juni itu 60,01 persen, kemudian untuk bulan Juli kita di angka 59 persen. Berarti memang ada penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Dian Apriandi beberapa waktu lalu.

Menurut Dian, penurunan tersebut menjadi salah satu indikator adanya perbaikan dalam pengelolaan dan distribusi air kepada pelanggan.

Meski demikian, ia mengakui angka kehilangan air tersebut masih tergolong tinggi sehingga menjadi pekerjaan rumah yang terus mendapat perhatian Perumda TBW Kota Sukabumi.

“Memang ada penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.

Namun, Dian menegaskan pihaknya tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Berbagai langkah terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus menekan potensi kebocoran.

“Yang kedua, kita ingin memperkuat infrastruktur dan inovasi,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, penguatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam upaya menekan kebocoran air, khususnya kebocoran teknis yang masih cukup besar.

“Kita terus mendorong efisiensi distribusi air dan menekan angka kebocoran teknis yang saat ini memang masih agak besar,” katanya.

Dian menambahkan, upaya menekan kehilangan air membutuhkan perbaikan secara berkelanjutan, baik melalui penguatan jaringan maupun penerapan inovasi dalam sistem distribusi.

“Kita ingin memperkuat infrastruktur dan inovasi,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perumda TBW Kota Sukabumi berharap tingkat kehilangan air dapat terus ditekan sehingga distribusi air kepada masyarakat menjadi semakin efisien.

“Terus mendorong efisiensi distribusi air dan menekan angka kebocoran teknis,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *