Musim Panen Tiba, Durian Cikakak Sukabumi Diburu Pembeli dari Jakarta hingga Medan

SUKABUMITIMES.com – Aroma khas durian kembali memenuhi sejumlah kebun dan kios di sepajang jalan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Memasuki puncak musim panen, pohon-pohon durian yang selama ini menjadi andalan petani mulai dipenuhi buah, sementara para pemburu durian berdatangan silih berganti.

Bukan hanya warga sekitar. Durian lokal Cikakak kini diburu pembeli dari berbagai daerah, mulai dari Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung hingga Jakarta. Bahkan, menurut pedagang durian setempat, ada pembeli dari Medan yang sengaja datang untuk mencicipi langsung durian dari kebun Cikakak.

Salah seorang pedagang durian di Desa Sukamaju, Jenal Abidin, mengatakan musim panen kali ini menjadi salah satu yang paling menggembirakan bagi petani. Dari hasil panen yang didapat, sebagian besar buah memiliki kualitas rasa yang baik.

“Alhamdulillah, di Desa Sukamaju khususnya dan umumnya Kecamatan Cikakak saat ini sedang panen durian yang sangat luar biasa. Hasilnya maksimal,” kata Jenal.

Ia menyebut sekitar 80 persen durian yang dipanen memiliki rasa manis, sementara sekitar 20 persen lainnya memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah.

Kondisi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi petani. Sebab, ketika kualitas buah bagus dan permintaan tinggi, durian tidak hanya menjadi buah musiman, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Menariknya, durian yang paling banyak diburu pembeli bukan semata-mata jenis premium. Durian lokal dengan harga relatif terjangkau justru menjadi favorit.

Harganya bervariasi, mulai dari sekitar Rp30 ribu, Rp35 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan jenisnya.

Sementara sejumlah varietas unggulan seperti Gandaria, Matahari dan Mentega memiliki nilai jual lebih tinggi. Jenis tersebut dikenal memiliki daging tebal dengan tekstur lembut, cenderung kering, serta cita rasa manis dan legit yang membuat pecinta durian rela datang langsung ke sumbernya.

Bagi sebagian pembeli, menikmati durian di Cikakak bukan sekadar membeli buah. Mereka memilih datang ke kebun atau rumah petani, menunggu durian jatuhan, kemudian langsung membelah dan menyantapnya di lokasi.

Jenal mengungkapkan, musim panen durian tahun ini sudah berlangsung sekitar dua bulan. Tingginya permintaan membuat durian yang baru dipanen sering kali langsung berpindah tangan. Di tempatnya berjualan, dalam sehari ia bisa menjual hingga sekitar 100 buah durian.

“Alhamdulillah, penjualan setiap harinya bisa sampai 100 butir,” ujarnya.

Tingginya penjualan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi ekonomi komoditas durian bagi masyarakat Desa Sukamaju dan wilayah Kecamatan Cikakak secara umum. Menurut Jenal, hamparan kebun durian di wilayah tersebut juga sangat luas. Banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari tanaman buah tersebut.

“Kalau masalah potensi di sini, sebagian besar petani di Desa Sukamaju menanam pohon durian. Jumlahnya sangat banyak, ribuan hektare, khususnya Sukamaju dan umumnya di wilayah Kecamatan Cikakak,” katanya.

Tak heran jika musim panen durian tiba, denyut ekonomi di tingkat petani hingga pedagang ikut meningkat. Hasil panen yang maksimal membuat masyarakat mendapatkan tambahan pendapatan sekaligus membuka peluang usaha bagi para pedagang.

“Untuk kali ini sangat berpengaruh sekali karena hasil buah duriannya maksimal. Sangat berpengaruh terhadap masyarakat, khususnya petani. Untuk nilai ekonomi, sangat luar biasa dan sangat membantu,” tutur Jenal.

Tingginya permintaan membuat buah-buah terbaik cepat dipesan. Bahkan, sejumlah durian unggulan sudah memiliki pembeli sebelum sempat dipajang dalam jumlah besar. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa durian lokal Cikakak bukan lagi sekadar komoditas kebun yang dikonsumsi masyarakat sekitar. Cita rasanya mulai dikenal lebih luas dan mampu menarik konsumen dari luar daerah.

Bagi pecinta durian yang ingin merasakan langsung legitnya durian lokal Sukabumi, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, bisa menjadi salah satu tujuan.

“Dan tahun ini, durian Cikakak sedang berada di masa terbaiknya, buah cukup melimpah, pembeli berdatangan, stok terbaik cepat menghilang alias cepat habis,” imbuhnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *