SUKABUMITIMES.com — d Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Kurnia Panji Pamekas mengungkapkan seorang narapidana berinisial Patah alias Acil diduga meninggalkan tempat pelaksanaan program asimilasi di Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik Lapas Warungkiara.
Narapidana tersebut diketahui tidak berada di lokasi pada Senin malam, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga Rabu (19/8/2026), pihak Lapas Warungkiara masih melakukan pencarian dengan melibatkan kepolisian dan sejumlah pihak terkait.
“Atas nama Patah alias Acil, dengan kasus 363, pidana 1 tahun 9 bulan,” ujar Kurnia.
Kurnia menjelaskan, Patah alias Acil merupakan warga Sukabumi yang tengah menjalani program asimilasi di Pondok SAE Lapas Warungkiara.
Namun, pada malam 17 Agustus 2026, petugas mendapati yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat pelaksanaan asimilasi.
“Diketahui tidak ada di tempat, diperkirakan jam 23.00,” katanya.
Menurut Kurnia, begitu diketahui narapidana tersebut tidak berada di lokasi, jajaran Lapas Warungkiara langsung bergerak melakukan pencarian.
Tak hanya itu, pihaknya juga segera menjalin koordinasi dengan kepolisian, baik di wilayah sekitar lokasi maupun wilayah tempat tinggal Patah alias Acil.
“Langkah yang dilakukan pada malam itu juga dilakukan pencarian dan berkoordinasi dengan Polsek setempat serta Polsek di mana dia bertempat tinggal,” jelas Kurnia.
Ia menyebut pencarian terus dilakukan karena narapidana tersebut sebenarnya sudah mendekati masa bebas. Patah alias Acil diperkirakan akan menyelesaikan masa pidananya sekitar dua bulan lagi.
“Dan dia orang Sukabumi,” ujarnya.
Selain melakukan pencarian dan koordinasi dengan aparat kepolisian, Kurnia memastikan kejadian tersebut telah dilaporkan kepada jajaran pimpinan pemasyarakatan.
“Dan hal ini sudah dilaporkan kepada pimpinan di pusat. Baik itu kepada Kantor Wilayah ataupun kepada Direktur Kamtib serta Bapak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” kata Kurnia.
Kalapas Warungkiara pun meminta dukungan masyarakat untuk membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Patah alias Acil.
“Kami juga meminta bantuan kepada masyarakat dan rekan-rekan media apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan agar dapat memberikan informasi kepada pihak terkait,” ungkapnya.
Kurnia menegaskan, hingga saat ini proses pencarian terhadap Patah alias Acil masih terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak.
Pihak Lapas Warungkiara juga akan menyampaikan informasi lebih lanjut terkait identitas lengkap narapidana tersebut maupun perkembangan upaya pencarian yang sedang dilakukan.
“Kami masih terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” pungkas Kurnia. (*/sya)
































