SUKABUMITIMES.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan serta perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Rabu (12/8/2026) di Kampung Sukaluyu, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Berada di kawasan ujung desa dengan ketinggian sekitar 1.200 mdpl, masyarakat Kampung Sukaluyu mengembangkan berbagai potensi lokal mulai dari peternakan, pengolahan limbah hingga produk olahan susu. Aktivitas tersebut antara lain dijalankan melalui Unit Produksi Pupuk Organik Kelompok Motekar yang mengolah limbah peternakan menjadi biogas dan pupuk organik, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) MilkSuka yang memproduksi berbagai olahan susu.
Seiring berkembangnya kegiatan produksi, kebutuhan energi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan usaha masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina melalui Program Desa Energi Berdikari DUTA BERJAYA (Edukasi Wisata Bersama Suntenjaya) menghadirkan PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh sebagai sumber energi untuk aktivitas produktif di kawasan tersebut.
Energi yang dihasilkan digunakan untuk operasional Unit Produksi Pupuk Organik Motekar, penerangan area produksi MilkSuka, penggunaan peralatan produksi dan pengemasan, serta fasilitas pendukung lainnya. Penggunaan energi surya tersebut diharapkan dapat menekan biaya listrik sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan usaha masyarakat.
Untuk memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal, Pertamina memberikan edukasi mengenai Energi Baru Terbarukan (EBT), cara kerja, pengoperasian, dan perawatan PLTS. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang yang merupakan anggota kelompok peternak dan Unit Produksi Pupuk Organik, serta 10 orang dari UMKM olahan susu MilkSuka. Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua RW 08 Kusnaedi, Ketua TP PKK RW 08 Cucu Sukesih, serta para Ketua RT di lingkungan Kampung Sukaluyu.
Ketua Kelompok Unit Produksi Pupuk Organik Motekar sekaligus Local Hero, Atep Suhendar mengatakan kehadiran PLTS memberikan manfaat bagi aktivitas produksi. “Kami tidak hanya mendapatkan fasilitas, tetapi juga pengetahuan untuk mengoperasikan dan merawat PLTS. Ke depannya, energi ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan produksi,” ujar Atep.
Kehadiran PLTS turut melengkapi ekosistem DUTA BERJAYA yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, energi terbarukan, dan kegiatan ekonomi masyarakat dalam satu rangkaian yang saling mendukung.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan perlu diikuti dengan penguatan kapasitas masyarakat.
“Kami ingin PLTS ini tidak hanya menjadi fasilitas energi, tetapi juga dapat menunjang aktivitas usaha masyarakat. Karena itu, edukasi pengoperasian dan perawatan menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Arya.
Melalui DUTA BERJAYA, Pertamina menghadirkan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat. Upaya ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau, poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin 13 tentang penanganan perubahan iklim. (*/sya)































