Pertamina Patra Niaga Ajak Masyarakat Tanam 500 Mangrove, Perkuat Ekosistem Pesisir Pulau Untung Jawa

SUKABUMITIMES.com – LPT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Soekarno-Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program konservasi keanekaragaman hayati, Kamis (24/9/2026) di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pertamina menjalankan program konservasi keanekaragaman hayati di Pulau Untung Jawa sejak 2022 melalui penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang. Hingga 2026, sebanyak 7.500 bibit mangrove telah ditanam, termasuk 500 bibit Bakau Kurap (Rhizophora mucronata) pada 2026, serta rehabilitasi terumbu karang seluas 2.250 m² melalui program Konservasi Terumbu Karang Masyarakat Pulau Untung Jawa (KONTER MAS UNTUNG) dan inovasi Batu Kapur untuk Restorasi Alam Laut Pulau Untung Jawa (BATARA LAUT).

Upaya ini berkontribusi pada penguatan ekosistem pesisir, pengurangan risiko abrasi, dan penyediaan habitat bagi biota laut.

Selain manfaat ekologis, program ini melibatkan masyarakat melalui sedikitnya 30 penerima manfaat langsung dan 1.220 penerima manfaat tidak langsung yang terdiri atas nelayan, pelaku UMKM, pemuda, dan pemangku kepentingan lokal. Pelaksanaannya turut melibatkan 50 peserta yang berasal dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Kelurahan Pulau Untung Jawa, kelompok Sobat Bluwok, serta siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 285 Jakarta.

Kegiatan konservasi tahun 2026 melalui penanaman simbolis 500 bibit Bakau Kurap di Pantai Pohon Pengantin, Pulau Untung Jawa. Penanaman simbolis dilakukan oleh Chandra Juliantono selaku Senior Supervisor Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PT Pertamina Patra Niaga SHAFTHI, Sumahila dari Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Wahyudi selaku Kepala SMPN 285 Jakarta, dan Aditya Jusendra Ketua Sobat Bluwok, serta seluruh peserta kegiatan.

Aditya Jusendra, Ketua Sobat Bluwok, menyampaikan manfaat yang dihasilkan dari program ini dalam upaya konservasi lingkungan di Pulau Untung Jawa.

“Melalui penanaman mangrove dan konservasi terumbu karang, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan mendorong semakin banyak masyarakat untuk aktif merawat lingkungan di Pulau Untung Jawa,” ujar Aditya.

Muslim, Lurah Pulau Untung Jawa mengatakan bahwa kolaborasi yang telah terbangun bersama Pertamina diharapkan mampu menggerakkan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Kami berharap sinergi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Muslim.

Pada kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa kegiatan konservasi di Pulau Untung Jawa merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Bagi Pertamina, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab perusahaan. Kami berupaya mendukung pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga lingkungan. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi bersama Pertamina sehingga program ini dapat memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Reno.

Kegiatan ini juga selaras dengan asta cita, khususnya penguatan kemandirian nasional melalui ekonomi hijau dan ekonomi biru serta pembangunan yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *