SUKABUMITIMES.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Sukabumi menerima amanah sebagai salah satu madrasah unggulan di Jawa Barat. Namun, pihak sekolah memilih tidak terburu-buru mendeklarasikan diri sebagai madrasah unggulan sebelum mampu membuktikan berbagai indikator dan prestasi yang dipersyaratkan.
Kepala MAN 2 Kota Sukabumi, Raden Andriani Lestari, mengatakan penetapan tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh keluarga besar madrasah.
“Memang kami merasa senang dan bangga kalau nantinya dipercaya untuk menuju MAN unggulan. Tetapi kami belum berani mendeklarasikan bahwa kami sudah menjadi madrasah unggulan karena itu harus dibuktikan terlebih dahulu,” ujar Andriani saat ditemui di ruang kerjanya pada Sabtu (8/8/2026).
Menurut dia, status sebagai madrasah unggulan tidak cukup hanya berdasarkan surat keputusan. MAN 2 Kota Sukabumi harus mampu menunjukkan kinerja, prestasi, serta pengelolaan madrasah yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
Karena itu, kata Andriani, kerja keras dan konsistensi seluruh personel menjadi modal utama untuk mewujudkan amanah tersebut.
“Yang terpenting semua harus bekerja keras. Konsistensi dan komitmen dari seluruh personel MAN 2 jauh lebih penting untuk membangun kekuatan bersama,” katanya.
Raden Andriani menjelaskan, salah satu indikator madrasah unggulan adalah kemampuan mencetak berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun non kademik.
Selain prestasi, madrasah juga dituntut mampu memberikan pendampingan kepada siswa dalam menentukan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurut Andriani, MAN 2 Kota Sukabumi akan berupaya menguatkan layanan konseling dan pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memilih jalur lain sesuai minat dan kemampuan.
“Artinya, kami harus bisa mengantarkan siswa, baik yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memilih bidang lainnya sesuai minat. Bisa bekerja, mengikuti kursus, atau jalur lainnya,” ujarnya.
Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, pihak madrasah akan membantu memberikan informasi mengenai berbagai persyaratan, jalur, hingga prosedur pendaftaran.
Sementara bagi siswa yang memilih masuk ke dunia kerja, madrasah juga akan membekali mereka melalui berbagai kegiatan, termasuk seminar dan pembekalan sebelum memasuki dunia kerja.
Raden Andriani menjelaskan, hanya ada delapan madrasah di Jawa Barat yang mendapat status madrasah unggulan dan salah satunya adalah MAN 2 Kota Sukabumi ini.
*MAN 2 Kota Sukabumi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai MAN unggulan pada 30 Juli 2026 di Garut yang diserahkan langsung SK oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Barat kepada para kepala madrasah yang ditetapkan,” jelasnya.
Dari 77 madrasah yang ada di Jawa Barat, hanya delapan madrasah yang ditunjuk sebagai MAN unggulan. Salah satunya adalah MAN 2 Kota Sukabumi.
“Untuk Kota Sukabumi hanya MAN 2 yang menerima SK sebagai MAN unggulan,” ungkapnya.
Menurut Andriani penetapan tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran MAN 2 Kota Sukabumi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik.
Sebab, status sebagai madrasah unggulan bukanlah predikat yang diberikan untuk selamanya tanpa evaluasi.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat nantinya akan melakukan evaluasi terhadap madrasah yang telah ditetapkan sebagai MAN unggulan. Evaluasi tersebut mencakup berbagai indikator dan kriteria yang menjadi dasar penetapan.
“Madrasah yang ditunjuk menjadi sekolah unggulan harus menunjukkan berbagai indikator dan kriteria. Kalau tidak bisa menunjukkan bukti, misalnya tidak memiliki banyak prestasi atau pengelolaan madrasahnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, bisa saja SK-nya dicabut,” jelas Andriani.
Karena itu, ia menegaskan MAN 2 Kota Sukabumi tidak ingin terlena dengan status tersebut. Sebaliknya, amanah tersebut akan dijadikan pemicu untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas madrasah.
“Selama MAN 2 bisa terus eksis menunjukkan berbagai prestasi dan menjadikan madrasah lebih baik, saya rasa status sebagai madrasah unggulan bisa terus dipertahankan,”tuturnya.
Andriani berharap seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Sukabumi memiliki komitmen yang sama untuk membangun madrasah secara bersama-sama.
Baginya, madrasah unggulan bukan hanya dilihat dari nama atau predikat, melainkan dari kemampuan sekolah dalam menghasilkan prestasi, mengelola pendidikan dengan baik, serta mengantarkan siswa menuju masa depan sesuai potensi dan cita-citanya.
“Madrasah unggulan tentunya dilihat dari beberapa faktor, seperti prestasi dan berbagai indikator lainnya. Jadi, kami harus membuktikannya dengan kerja nyata,” pungkasnya. (rus)































