SUKABUMITIMES.com – Mantan Wali Kota Sukabumi periode 2013–2018, HM Muraz, menyoroti dihentikannya alokasi bantuan pemerintah untuk Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).
Menurutnya, organisasi yang mewadahi para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) itu masih memiliki peran penting dalam membantu pemerintah melalui berbagai kegiatan sosial dan penyebaran informasi kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Muraz usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI Tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Villa Bukit Halimun, Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026).
Muraz mengungkapkan keprihatinannya setelah mendengar penyampaian Wakil Ketua PWRI Provinsi Jawa Barat yang menyebutkan bahwa bantuan pemerintah kepada PWRI kini telah dihentikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“PWRI ini organisasi para pensiunan PNS, dari tingkat nasional sampai daerah. Walaupun kegiatannya tidak lagi di pemerintahan, kami masih membantu pemerintah. Minimal menyampaikan berbagai informasi program pemerintah dan aktif dalam kegiatan sosial,” kata Muraz.
Menurutnya, keberadaan PWRI tidak dapat dipandang hanya sebagai wadah silaturahmi para pensiunan ASN. Organisasi tersebut dinilai masih memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai aktivitas sosial yang selama ini dijalankan.
Muraz menilai kebijakan penghentian bantuan pemerintah terhadap PWRI patut menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap ada evaluasi agar organisasi yang berisi para pensiunan ASN tersebut tetap memperoleh dukungan.
“Kalau tadi dari provinsi disampaikan, tidak ada bantuan lagi dari pemerintah kepada PWRI, baik di provinsi maupun di kota. Ini tentu menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia menegaskan, dana bantuan yang selama ini diterima PWRI bukan digunakan untuk kepentingan pribadi para anggotanya. Sebaliknya, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk menunjang operasional organisasi serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mereka tidak menggunakan dana itu untuk kebutuhan pribadi. Rata-rata dipakai untuk kegiatan sosial. Sekarang operasional PWRI hanya mengandalkan iuran anggota,” tegas Muraz.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat seluruh aktivitas organisasi kini harus dibiayai secara mandiri melalui iuran anggota. Padahal, para anggota PWRI merupakan pensiunan ASN yang telah mengabdikan puluhan tahun bagi pemerintahan.
Karena itu, Muraz berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian kepada PWRI, meskipun besaran bantuan yang diberikan tidak harus besar. Baginya, dukungan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian para pensiunan ASN yang hingga kini masih aktif berkontribusi melalui kegiatan kemasyarakatan.
“Bukan soal besar atau kecil bantuannya, tetapi harus ada perhatian dari pemerintah daerah. Mayoritas mereka adalah mantan pegawai pemerintah daerah yang pernah mengabdi, dan sekarang masih mengabdi melalui kegiatan sosial. Saya kira PWRI layak mendapat perhatian,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kegiatan operasional PWRI disebut sepenuhnya bergantung pada iuran anggota setelah tidak lagi memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peringatan HUT ke-64 PWRI Tingkat Kota Sukabumi. (*/sya)
































