SUKABUMITIMES.com – Dua mantan Wali Kota Sukabumi, Molly Mulyahati Djubaedi dan Mohamad Muraz, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Bukit Halimun, Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026).
Kehadiran kedua mantan kepala daerah tersebut menjadi perhatian para peserta. Acara juga dihadiri Wakil Ketua PWRI Jawa Barat, anggota DPRD Kota Sukabumi Deden Solehudin, serta ratusan anggota PWRI dari seluruh kecamatan di Kota Sukabumi.
Mengusung tema “Satu Tekad, Satu Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”, peringatan HUT PWRI tahun ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan peran para pensiunan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat.
Ketua PWRI Kota Sukabumi, Euis Suhartini Hamid, mengatakan rangkaian peringatan HUT telah dimulai sejak Juli 2026 melalui berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan.
“Kegiatan diawali dengan santunan anak yatim, ziarah, senam massal, jalan sehat, dan hari ini merupakan puncak perayaan HUT ke-64 PWRI,” ujarnya.
Menurut Euis, santunan anak yatim dilaksanakan secara serentak di masing-masing kecamatan dengan dana yang dihimpun dari para anggota PWRI. Sementara kegiatan ziarah dipusatkan di kompleks pemakaman Rahmatan Lil Alamin, Ciandam, yang menjadi lokasi pemakaman khusus bagi para pensiunan.
Ia mengungkapkan keberadaan lahan pemakaman tersebut merupakan salah satu gagasan yang terwujud saat H. M. Muraz menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah, lahan pemakaman itu bisa terwujud berkat dukungan Pak Muraz ketika masih menjadi wali kota. Saat ini lahan pemakaman di Kota Sukabumi semakin terbatas, sehingga keberadaan tempat tersebut sangat bermanfaat bagi para pensiunan,” katanya.
Euis menambahkan, penyelenggaraan HUT tahun ini sempat terkendala keterbatasan anggaran. Namun berkat dukungan berbagai pihak, seperti Pemerintah Kota Sukabumi, Bank BJB, PDAM, Bank Pasar, LLI, Dinas Perhubungan, BPJS Kesehatan, serta sejumlah instansi lainnya, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian.
“Para pensiunan mungkin mengalami penurunan kondisi fisik, tetapi cara berpikir mereka tetap visioner. Pengalaman dan kearifan yang dimiliki masih bisa menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat. Yang pensiun adalah jabatan, bukan karya dan pengabdian,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Wali Kota Sukabumi ibu Moli mengajak seluruh pensiunan untuk tetap memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Kita memang sudah pensiun dan tidak lagi berada dalam pemerintahan, tetapi tanggung jawab terhadap bangsa dan negara tidak pernah selesai. Kita tetap memiliki kewajiban mendidik, membimbing, dan memberikan teladan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kepentingan pribadi maupun kelompok tidak menggeser cita-cita besar yang telah diperjuangkan bersama.
“Semua potensi yang dimiliki bangsa, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, harus dikelola untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Cintailah negara ini dengan niat yang tulus dan tujuan yang baik,” katanya.
Sementara itu, mantan Wali Kota Sukabumi H. M. Muraz menegaskan bahwa PWRI merupakan wadah bagi para pensiunan aparatur sipil negara untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat.
“Setiap pensiunan PNS dapat menjadi anggota PWRI dan tetap memberikan sumbangsih bagi pemerintah, terutama di bidang sosial. Pengalaman yang dimiliki para pensiunan masih sangat dibutuhkan,” ujar Muraz.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada organisasi para pensiunan agar keberadaannya semakin mampu mendukung pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Peringatan HUT ke-64 PWRI Kota Sukabumi pun berlangsung penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat mengabdi kepada bangsa tidak mengenal batas usia maupun masa jabatan. (rus).

































