SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan Pemerintah Kota Sukabumi tengah menyiapkan pembangunan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SUKA-SAI) sebagai sistem kecerdasan buatan milik pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus menjawab tantangan pengelolaan keuangan daerah.
Menurut Ayep Zaki, inisiatif tersebut berangkat dari kondisi belanja pegawai Pemerintah Kota Sukabumi yang telah melampaui ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Dilatarbelakangi oleh postur belanja pegawai Pemerintah Kota Sukabumi yang kondisinya sudah melebihi 30 persen berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, maka Pemerintah Kota Sukabumi menyusun dua strategi utama,” ujar Ayep Zaki.
Ia menjelaskan, strategi pertama adalah memperkuat kondisi fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara strategi kedua ialah menerapkan moratorium terbatas terhadap penerimaan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
“Kami akan menguatkan kondisi fiskal daerah melalui ikhtiar peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Di sisi lain, kami juga menerapkan moratorium terbatas penerimaan pegawai Pemerintah Kota Sukabumi,” katanya.
Ayep menegaskan, agar kedua strategi tersebut berjalan optimal, Pemkot Sukabumi mulai membangun sistem berbasis kecerdasan buatan yang diberi nama Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SUKA-SAI)
“Dalam rangka mendukung berjalan efektifnya dua strategi tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berinisiatif secara bertahap membangun sebuah sistem yang kami sebut Sukabumi Smart Artificial Intelligence,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem tersebut merupakan rancangan teknologi Artificial Intelligence yang dikembangkan sebagai aset Pemerintah Kota Sukabumi untuk mempercepat proses bisnis dan tata kelola pemerintahan.
“SUKA-SAI merupakan rancang bangun sistem Artificial Intelligence milik Pemerintah Kota Sukabumi. Sistem ini bertujuan membantu mempercepat aliran proses bisnis atau proses kerja pegawai Pemerintah Kota Sukabumi,” jelas Ayep.
Ia memberikan contoh penerapan sistem tersebut dalam aktivitas sehari-hari aparatur sipil negara (ASN). Dengan dukungan AI, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan dua hingga tiga orang pegawai nantinya dapat diselesaikan oleh satu orang yang dibantu agen kecerdasan buatan.
“Pelaksanaan sebuah tugas yang biasa dikerjakan oleh dua atau tiga orang pegawai, dengan bantuan sistem ini dapat dikerjakan hanya oleh satu orang pegawai yang dibantu asisten atau agent SUKA-SAI,” terangnya.
Lebih lanjut, Ayep mengatakan sistem tersebut tidak hanya akan membantu pegawai, tetapi juga menjadi pendukung pengambilan keputusan bagi kepala daerah hingga pimpinan perangkat daerah.
“Sukabumi Smart Artificial Intelligence akan membantu Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh ASN Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjalankan tugas secara lebih cepat, efektif, dan efisien,” ujarnya.
Selain itu, sistem AI tersebut juga dirancang untuk membangun tata kelola pemerintahan berbasis data yang terintegrasi.
“Kami ingin membangun cara kerja berbasis data-data yang terintegrasi, akurat, dan real time sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih tepat,” kata Ayep.
Ia menambahkan, keberadaan sistem AI juga akan memudahkan aparatur memperoleh informasi spesifik mengenai Kota Sukabumi dalam waktu singkat.
“Sistem ini memberikan kemudahan mendapatkan informasi yang spesifik terkait Kota Sukabumi dengan cara yang cepat. Harapannya, seluruh proses kerja pemerintahan menjadi lebih modern, lebih efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya. (*/sya)
































