SUKABUMITIMES.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri terbaik Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Siti Marwah berhasil meraih Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Kecamatan Jampangkulon, Jumat (24/7/2026).
Keberhasilan tersebut disambut penuh rasa syukur dan kebanggaan oleh masyarakat Desa Pawenang. Siti Marwah merupakan putri dari pasangan Reni Awalia dan Yana Supriatna. Saat ini, ia tercatat sebagai siswi kelas IV SD Negeri 3 Pawenang sekaligus menimba ilmu di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Raudatusshibyan kelas IV yang berada di Kampung Panyindangan, Desa Pawenang.
Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, yang akrab disapa Kang Iing, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Siti Marwah. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda desa memiliki potensi besar untuk berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Adinda Siti Marwah sebagai Juara I Pidato Bahasa Arab pada Porsadin VII tingkat Kabupaten Sukabumi.
Prestasi ini telah mengharumkan nama Desa Pawenang dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus belajar serta berprestasi,” ujar Kang Iing.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Desa Pawenang.
Atas raihan tersebut, Siti Marwah akan mewakili Kabupaten Sukabumi pada Porsadin Tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar dalam waktu dekat.
Pemerintah Desa Pawenang pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar Siti Marwah dapat kembali menorehkan prestasi terbaik.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Desa Pawenang serta masyarakat Kabupaten Sukabumi agar Adinda Siti Marwah diberikan kelancaran dan mampu meraih hasil terbaik di tingkat provinsi. Semoga ia kembali menjadi juara dan semakin mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi serta Desa Pawenang,” kata Kang Iing.
Prestasi Siti Marwah menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan formal dan pendidikan keagamaan di desa mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi. (rus)































