Jawa Tengah Terbanyak Mahasiswa Baru 2025, Jabar Posisi Ketiga: Pulau Jawa Masih Mendominasi

SUKABUMITIMES.com – Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi masih menunjukkan tren yang positif. Hal itu terlihat dari jumlah mahasiswa baru yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta sepanjang 2025 yang mencapai jutaan orang.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebanyak 2,15 juta mahasiswa baru tercatat memulai pendidikan di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada tahun 2025.

Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari jenjang menengah.

Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan jumlah mahasiswa baru paling banyak secara nasional. Sepanjang 2025, tercatat 340.300 orang diterima di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di wilayah tersebut.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 269.698 mahasiswa baru, disusul Jawa Barat di peringkat ketiga dengan 238.786 mahasiswa baru. Capaian ini memperlihatkan bahwa Jawa Barat masih menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi yang diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Sementara itu, DKI Jakarta berada di urutan keempat dengan 184.748 mahasiswa baru. Dominasi Pulau Jawa dalam sektor pendidikan tinggi juga semakin terlihat dengan masuknya DI Yogyakarta ke posisi ketujuh melalui jumlah 98.610 mahasiswa baru.

Sebagai kota yang dikenal luas sebagai pusat pendidikan, Yogyakarta terus menjadi tujuan favorit bagi lulusan SMA maupun sederajat untuk melanjutkan kuliah. Banyaknya pilihan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menjadi salah satu faktor yang membuat daerah tersebut tetap menarik bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbesar, yakni mencapai 106.406 orang. Peringkat berikutnya ditempati Sulawesi Selatan dengan 99.027 mahasiswa baru, kemudian Sumatra Barat sebanyak 58.529 mahasiswa, Aceh dengan 49.001 mahasiswa, dan Riau yang melengkapi sepuluh besar melalui 44.490 mahasiswa baru.

Di sisi lain, terdapat sejumlah provinsi yang masih mencatat jumlah mahasiswa baru relatif rendah. Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan angka paling sedikit, yakni 3.151 mahasiswa baru. Setelah itu terdapat Kepulauan Bangka Belitung dengan 5.699 mahasiswa, Sulawesi Barat sebanyak 6.573 mahasiswa, serta Maluku Utara yang membukukan 7.805 mahasiswa baru.

Perbedaan jumlah mahasiswa baru antardaerah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pendidikan tinggi di Indonesia masih terkonsentrasi pada wilayah-wilayah tertentu, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan perguruan tinggi dalam jumlah besar, fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, serta akses yang lebih mudah menjadi faktor yang mendorong tingginya jumlah mahasiswa di kawasan tersebut.

Meski demikian, tingginya angka mahasiswa baru secara nasional menjadi sinyal positif bahwa akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin terbuka.

Tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan kesempatan belajar di seluruh provinsi agar kualitas sumber daya manusia dapat berkembang secara lebih merata tanpa terkonsentrasi di wilayah tertentu saja. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *