SUKABUMITIMES.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprakirakan cuaca di wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat pada Kamis (18/6/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan.
Meski demikian, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan ringan berskala lokal yang dapat terjadi pada siang hingga sore hari.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengatakan cuaca pagi hari secara umum akan berlangsung cukup cerah.
“Pada pagi hari cuaca di wilayah Jawa Barat umumnya cerah hingga cerah berawan. Namun menjelang siang terdapat potensi hujan ringan pada skala lokal di sebagian wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi,” ujar Prakirawan BMKG dalam pembaruan prakiraan cuaca, Kamis (18/6/2026).
Menurut BMKG, potensi hujan ringan masih dapat terjadi pada periode siang hingga sore hari, termasuk di wilayah Sukabumi.
“Siang dan sore hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Terdapat potensi hujan ringan pada skala lokal di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Garut,” katanya.
Sementara itu, kondisi cuaca pada malam hari hingga dini hari diperkirakan relatif kondusif.
“Untuk malam hari cuaca umumnya cerah berawan, sedangkan dini hari diprakirakan cerah hingga cerah berawan,” jelasnya.
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Barat berada pada kisaran 16 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 40 hingga 95 persen.
“Suhu udara berkisar 16 sampai 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 40 hingga 95 persen,” ungkapnya.
Selain itu, angin diperkirakan bertiup dari arah timur dengan kecepatan antara 5 hingga 40 kilometer per jam.
“Angin umumnya bertiup dari arah timur dengan kecepatan 5 hingga 40 kilometer per jam,” ujarnya.
BMKG juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat.
“Hingga pembaruan prakiraan cuaca ini diterbitkan, peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat nihil,” tegasnya.
Meski demikian, masyarakat Sukabumi dan wilayah Jawa Barat lainnya tetap diimbau untuk memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
“Kondisi atmosfer bersifat dinamis sehingga masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi BMKG,” pungkasnya. (sya)
































