Mahasiswa Vokasi IPB Sukabumi Gelar MABQ Fast 2026, Libatkan 40 UMKM hingga Seminar Digitalisasi Keuangan

SUKABUMITIMES.com – Kegiatan bazar dan seminar UMKM bertajuk MAB Fast 2026 digelar mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi yang berlangsung di halaman kampus jalan Sarasa Kota Sukabumi pada Minggu (17/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PJBL) mahasiswa semester 4.

Ketua Pelaksana MABQ Fast 2026, M. Naufal Fajar Siddiq mengatakan, kegiatan itu bukan sekadar tugas kuliah, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM lokal berkembang.

“Acara ini merupakan rangkaian praktikum atau pembelajaran mahasiswa semester 4 Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi,” ujar Naufal yang didampingi Naula Usamah.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk meningkatkan potensi usaha mereka melalui promosi hingga edukasi bisnis.

“Tema yang kami usung adalah “KolaborAksi Berinovasi Mewujudkan UMKM Bersinergi”. Intinya kami ingin apa yang diupayakan hari ini bisa berdampak langsung bagi UMKM, masyarakat, dan juga menjadi pembelajaran bagi kami,” katanya.

Menurutnya, meski kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas akademik mata kuliah Komunikasi dan Negosiasi Bisnis, mahasiswa tetap berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Walaupun ini bagian dari tugas pembelajaran praktikum, kami mengusahakan yang terbaik agar bisa memberikan dampak positif untuk warga dan UMKM,” ungkapnya.

Naufal menuturkan, kegiatan tersebut merupakan tugas wajib mahasiswa melalui metode pembelajaran PJBL.

“Ini tugas wajib dari prodi. Jadi kami belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan UMKM atau pebisnis, termasuk melakukan negosiasi layaknya profesional di dunia bisnis,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, sedikitnya lebih dari 40 UMKM ikut berpartisipasi. Sebanyak 30 UMKM di antaranya merupakan binaan mahasiswa, sementara lainnya berasal dari universitas, sponsor, hingga media partner.

“Kurang lebih ada 40 lebih UMKM yang ikut. Ada yang kami bawa sebagai bagian tugas, ada juga dari sponsor dan media partner yang ikut berkolaborasi,” katanya.

Selain bazar UMKM, panitia juga menggelar seminar khusus bagi pelaku usaha dengan tema digitalisasi keuangan.

“Kami ingin memberikan edukasi bagaimana cara mengelola keuangan yang baik dan benar di era digitalisasi sekarang. Karena saat ini teknologi sudah menjadi kebutuhan dalam pengembangan usaha,” ujar Naufal.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK hingga SD kelas 1 dan 2.

“Ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak. Kegiatannya dimulai setelah seminar selesai,” katanya.

Mahasiswa juga melibatkan petani dan pelaku usaha hasil tani untuk meramaikan bazar.

“Kami juga menarik beberapa petani dan UMKM yang menjual hasil tani seperti sayuran dan sembako murah,” ucapnya.

Naufal menjelaskan, seluruh mahasiswa Manajemen Agribisnis angkatan 61 terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Total mahasiswa yang terlibat sekitar 90 sampai 91 orang,” katanya.

Untuk menjaring peserta UMKM, mahasiswa terlebih dahulu melakukan riset lapangan guna mencari pelaku usaha yang dinilai membutuhkan dukungan promosi dan pengembangan usaha.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat UMKM mana yang sekiranya membutuhkan bantuan untuk meningkatkan potensinya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, UMKM yang dilibatkan berasal dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi, mulai dari Cibeureum, Terminal Lama, Dewi Sartika hingga sejumlah kawasan lainnya.

“Fokusnya memang UMKM se-Kota Sukabumi,” ujarnya.

Naufal mengaku, kegiatan serupa pada tahun sebelumnya memberikan dampak positif terutama dalam aspek promosi usaha.

“Mereka merasakan dampaknya dalam hal promosi. Dari awal kami membuat video, poster, sampai publikasi di media sosial khusus expo ini,” katanya.

Mahasiswa juga membantu mempromosikan produk UMKM melalui akun Instagram resmi kegiatan.

“Kami posting semua produk mereka dan berkolaborasi dengan akun media sosial UMKM serta media partner,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu UMKM lokal semakin dikenal masyarakat luas.

Intinya semua kegiatan yang dilakukan saat ini ingin membuahkan hasil untuk UMKM itu sendiri. Kami bangga kalau bisa memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi mereka,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu panitia dari Divisi Pendanaan Naula Usamah menjelaskan bahwa kepesertaan UMKM yang ikut dalam kegiatan MABQ Fest 2026 ini sangat beragam.

“Dari 40 UMKM yang ikut bazar ini tidak sama jenis yang dijualnya. Antara UMKM satu dengan UMKM yang lain pasti berbeda,” jelasnya.

Ketiadaan jenis sama yang dijual ini, masih menurut Lula begitu biasa Naula Usamah dipanggil supaya tidak terjadi persaingan yang tidak sehat antara satu dengan yang lainnya.

“Sengaja kami membatasj dan ketiadaan jenis sama yang dijual supaya tidak terjadi persaingan antar UMKM di tempat bazar ini,” ucap Lula.

Lula melanjutkan, meskipun ini tugas kuliah, tetapi kami dalam mempersiapkan kegiatan dengan dengan sungguh-sungguh.

“Kami ingin memberikan dan berkontribusi dalam pengembangan UMKM di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed