SUKABUMITIMES.com – Masih banyak pengendara yang belum memahami bahwa pemilihan bahan bakar ternyata berpengaruh besar terhadap konsumsi BBM kendaraan. Penggunaan bensin dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi disebut dapat membuat pembakaran mesin menjadi lebih sempurna sehingga pemakaian bahan bakar lebih efisien.
Pemilik bengkel AD Oya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Widodo mengatakan, kendaraan yang menggunakan BBM beroktan tinggi biasanya memiliki respons mesin yang lebih ringan dibandingkan penggunaan bensin dengan RON rendah.
“BBM dengan oktan tinggi membuat kendaraan lebih enteng, akselerasinya lebih baik, sehingga pasti akan lebih irit,” ujar Widodo.
Pria yang akrab disapa Dodo itu menjelaskan, efisiensi bahan bakar tidak hanya ditentukan jenis bensin semata. Menurut dia, perilaku pengemudi juga sangat memengaruhi tingkat konsumsi BBM kendaraan di jalan.
“Tergantung dari cara berkendara pengemudi, karena kan ada yang karakternya selalu menginjak rem, atau mobil manual ada yang gas besar baru lepas kopling,” katanya.
Ia mencontohkan, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi pada mobil matik dapat terlihat dari putaran mesin atau rpm saat kendaraan mulai bergerak.
“Kalau kita pukul rata untuk mobil matik ya berdampak lebih irit. Misalnya pakai Pertamax di rpm 800 mobil sudah mulai jalan, sedangkan Pertalite mungkin di rpm 1.000 baru bergerak,” jelas Dodo.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerja mesin menjadi lebih ringan sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan.
Pendapat serupa disampaikan Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi. Ia menyebut penggunaan bensin beroktan tinggi secara teori memang dapat membantu meningkatkan performa kendaraan.
“Harusnya tarikan kendaraan menjadi lebih enteng karena oktannya tinggi. Mungkin bisa meningkatkan performa mesin dan bahkan mungkin juga bisa lebih irit,” kata Didi.
Didi menerangkan, BBM dengan nilai oktan tinggi membuat respons mesin menjadi lebih cepat ketika pedal gas diinjak. Dampaknya, pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam untuk mendapatkan tenaga yang diinginkan.
“Jadi tidak perlu menginjak gas dalam-dalam, diinjak sedikit saja kendaraan sudah ngacir. Tetapi tergantung juga dengan jeroan mobilnya,” ujar Didi.
Meski demikian, para pengguna kendaraan tetap disarankan menyesuaikan jenis bahan bakar dengan spesifikasi mesin kendaraan masing-masing agar performa mesin tetap optimal dan konsumsi BBM lebih efisien. (sya)
























