SUKABUMITIMES.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Sukabumi dipastikan masih dalam kondisi aman meski situasi global tengah bergejolak.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota dan Kabupaten Sukabumi, Eten Rustandi, menegaskan bahwa distribusi energi di Jawa Barat hingga saat ini tetap terkendali.
Menurutnya, isu internasional seperti ketegangan di kawasan Selat Hormuz memang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia. Namun, dampaknya belum dirasakan signifikan di tingkat daerah, khususnya Sukabumi.
Eten menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun gas elpiji 3 kilogram. Ia memastikan stok masih mencukupi dan diproyeksikan tetap aman hingga tahun mendatang.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan energi secara efisien dan tidak berlebihan. Menurutnya, penggunaan yang bijak akan membantu menjaga kestabilan distribusi di tengah dinamika global.
Selain itu, ia menekankan agar warga tidak panik apabila sewaktu-waktu terjadi keterlambatan distribusi di suatu wilayah. Kondisi tersebut, kata dia, umumnya dipicu kendala teknis dalam proses pengiriman dari kapal tanker menuju fasilitas penyimpanan milik Pertamina.
“Biasanya hanya soal teknis distribusi, bukan karena stok habis,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026).
Eten juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan praktik penimbunan atau aktivitas lain yang melanggar hukum demi keuntungan pribadi.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa penyesuaian harga memang terjadi pada kategori energi non-subsidi (Non PSO). BBM jenis Pertamax, Dexlite, dan Pertamax Turbo mengalami kenaikan, begitu pula elpiji non-subsidi ukuran 5 kg, 15 kg, dan 50 kg.
Sementara untuk BBM dan elpiji bersubsidi (PSO), dipastikan tidak mengalami perubahan harga sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat. (*/uml)
























