SUKABUMITIMES.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Barat, Minggu (26/4/2026), dengan potensi hujan ringan terjadi di sebagian besar daerah, termasuk Sukabumi, serta peringatan dini hujan yang dapat disertai kilat atau petir pada skala lokal saat siang hingga sore.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengungkapkan, kondisi cuaca pada pagi hari secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan. Namun menjelang siang, sejumlah daerah termasuk Sukabumi diprakirakan mulai berpotensi diguyur hujan ringan.
“Pada pagi hingga menjelang siang, wilayah Jawa Barat umumnya cerah berawan sampai berawan, namun terdapat potensi hujan ringan di sejumlah wilayah termasuk Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung dan wilayah lainnya,” demikian keterangan prakirawan BMKG dalam pembaruan prakiraan cuaca pukul 06.00 WIB.
BMKG menegaskan, memasuki siang hingga sore hari potensi hujan meluas hampir di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kondisi ini perlu diantisipasi masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.
“Siang dan sore hari secara umum berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat,” ujar prakirawan.
Khusus untuk Sukabumi, BMKG mengeluarkan perhatian lebih karena masuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan disertai kilat atau petir pada skala lokal.
“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir pada siang hingga sore hari di sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Garut,” tegas BMKG dalam peringatan dininya.
Potensi hujan di Sukabumi diprakirakan belum sepenuhnya mereda pada malam hari. BMKG mencatat hujan ringan masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Sukabumi.
“Pada malam hari cuaca cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Bandung Barat, dan Pangandaran,” lanjut prakirawan.
Sementara dini hari diprediksi lebih kondusif dengan kondisi cuaca cerah berawan.
BMKG juga mencatat suhu udara di Jawa Barat hari ini berkisar 20 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif tinggi antara 55 sampai 98 persen, serta kecepatan angin dari arah Timur hingga Tenggara berkisar 5–40 kilometer per jam.
Menurut prakirawan, kombinasi kelembapan tinggi dan dinamika atmosfer regional masih mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada periode siang menuju sore.
“Kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan konvektif yang dapat memicu hujan lokal disertai petir, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa berlangsung cepat,” katanya.
Bagi warga Sukabumi, peringatan ini menjadi perhatian penting terutama bagi masyarakat di kawasan rawan longsor, pengguna jalan, petani, nelayan, serta warga yang beraktivitas di ruang terbuka.
BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan langkah antisipasi sederhana, mulai dari membawa perlengkapan hujan, menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi petir, hingga mewaspadai potensi genangan di sejumlah titik rawan.
“Masyarakat diimbau memantau pembaruan cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca signifikan, khususnya saat siang hingga sore,” imbau BMKG.
Meski secara umum hujan yang diprakirakan berintensitas ringan, adanya peluang kilat dan petir lokal tetap tidak bisa disepelekan.
Untuk wilayah Sukabumi sendiri, pola cuaca Minggu ini diperkirakan diawali pagi yang relatif cerah berawan, disusul potensi hujan ringan menjelang siang, meningkat saat sore dengan kemungkinan disertai petir lokal, lalu berangsur mereda pada malam hingga dini hari.
Dengan situasi itu, warga diimbau tetap siaga, terutama mengingat perubahan cuaca belakangan cenderung cepat dan dinamis.
“Waspada, namun tidak perlu panik. Pantau informasi resmi BMKG sebagai acuan utama sebelum beraktivitas,” tutup prakirawan BMKG. (sya)





























