SUKABUMITIMES.com — Kisruh kerusakan lapangan rumput di Stadion Suryakencana pasca pelaksanaan konser Terambyar beberapa hari lalu kini berbuntut panjang. DPRD Kota Sukabumi melalui Komisi III memastikan akan turun tangan dengan memanggil sejumlah pihak terkait guna dimintai klarifikasi atas kondisi fasilitas publik yang mengalami kerusakan tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi serta pihak event organizer (EO) lokal yang menyelenggarakan konser.
“Kita akan panggil Disporapar dan EO-nya untuk menjawab keresahan masyarakat tentang sampah serta kerusakan pasca acara musik. Rencananya pada hari selama 28 April 2026 nanti,” ujar Politis dari PKS Kota Sukabumi pada Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat yang menyoroti kondisi lapangan stadion yang mengalami kerusakan cukup signifikan setelah digunakan untuk kegiatan hiburan berskala besar.
“DPRD ingin memastikan ada pertanggungjawaban yang jelas dari pihak penyelenggara maupun pengelola,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Sukabumi ini.
Danny menegaskan bahwa penggunaan Stadion Suryakencana untuk kegiatan konser bukanlah persoalan utama. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dan pengelolaan profesional agar tidak menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap fasilitas umum yang menjadi aset masyarakat.
“Silakan saja stadion digunakan untuk event, tapi harus ada perencanaan yang jelas dan tanggung jawab terhadap dampaknya,” tegasnya.
Namun, di balik euforia konser, muncul persoalan serius terkait dampak pasca kegiatan. Kerusakan rumput stadion dan persoalan sampah menjadi sorotan utama warga, terutama para pecinta olahraga yang khawatir fasilitas tersebut tidak lagi layak digunakan.
Lebih jauh, Danny juga mengingatkan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi yang sebelumnya berencana meningkatkan kualitas Stadion Suryakencana agar dapat bertaraf nasional hingga internasional. Ia menilai, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi agar rencana besar tersebut tidak hanya menjadi wacana semata.
“Ini sekaligus jadi pengingat janji pemerintah. Mumpung belum terlambat, segera diwujudkan stadion bertaraf nasional bahkan internasional di kota ini,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu Wakil Wali Kota Bobby Maulana sempat melakukan peninjauan ke Stadion Pakansari di Bogor dan Stadion Maguwoharjo di Sleman sebagai bagian dari studi banding untuk pengembangan stadion di Sukabumi.
Danny menilai, langkah tersebut harus diikuti dengan kebijakan konkret, termasuk penataan penggunaan stadion agar tetap mengutamakan fungsi utamanya sebagai sarana olahraga.
“Semua pasti berharap supaya pemerintah Kota Sukabumi dapat menjaga dan merawat Stadion Suryakencana sebagai fasilitas yang representatif, aman, dan layak digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (sya)

























