SUKABUMITIMES.com — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa pelaksanaan karnaval budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia memastikan, seluruh pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari sponsor dan partisipasi masyarakat.
“Kita sumbernya dari sponsor, partisipan dan lain sebagainya, bukan dari APBD. Kita APBD saya fokuskan untuk pembangunan,” tegas Ayep Zaki dalam keterangannya.
Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian pihak yang menilai kegiatan seremonial berpotensi mengganggu prioritas pembangunan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan.
Ayep menegaskan, arah kebijakan pemerintahannya saat ini tetap berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia bahkan mempersilakan publik untuk mengawasi secara langsung realisasi pembangunan di tahun 2026.
“Silakan kalian cek ya pembangunan berapa Kota Sukabumi di tahun 2026 dalam situasi efisiensi,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah proyek strategis telah disiapkan dan akan segera direalisasikan. Di antaranya pembangunan jalan utama hingga penataan kawasan perkotaan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.
“Pembangunan Jalan Gudang yang saat ini sedang berjalan, kita akan membangun Jalan Prana, kita akan membangun trotoar di muka di Setukpa karena banyak tamu 3.600 per tahunnya dari berbagai daerah di Indonesia,” paparnya.
Tak hanya itu, pembangunan juga menyasar fasilitas pelayanan publik di tingkat kecamatan. Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Ayep, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui pembangunan kantor kecamatan serta infrastruktur penunjang lainnya.
“Kemudian kita akan bangun kecamatan, kantor kecamatan kita akan bangun juga, dan jalan-jalan lingkungan yang lainnya InsyaAllah itu semua adalah pro terhadap masyarakat untuk kepentingan pembangunan,” ucapnya.
Ia kembali menekankan bahwa penyelenggaraan karnaval budaya sebagai bagian dari perayaan HUT ke-112 Kota Sukabumi tidak akan mengganggu jalannya program prioritas tersebut. Menurutnya, hiburan tetap penting sebagai ruang ekspresi budaya dan kebersamaan masyarakat, namun tidak boleh mengorbankan kepentingan pembangunan.
“Jangan khawatir ya, ini tidak mengganggu program pembangunan kota,” pungkasnya. (sya)





























