SUKABUMITIMES.com – Ketua Umum (Ketum) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat Siti Nurhayati Barsasmy mengaku mendapat teror sekaligus ancaman dari orang yang tidak dikenal.
Hal ini diungkapkannya setelah dirinya meng-upload mengunggah video yang menyoroti keterlibatan aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang hingga kini masih gelap.
“Saya menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menyuruh saya diam, menyebutkan posisi ibu saya, hingga mengancam akan melakukan hal yang sama seperti yang dialami Bang Andrie,” ujar Siti dalam keterangan resminya pada Selasa (24/3/2026).
Bukan hanya itu saja, masih menurut pengakuan Ketua Badko Jabar Siti, akun Instagram yang dimiliki kepengurusan HMI di tingkat provinsi ini juga menjadi sasaran.
“Ada sejumlah akun anonim mengirimkan pesan serta membanjiri kolom komentar dengan nada ancaman untuk menghancurkan organisasi jika tuntutan tidak dipenuhi,” ujar Siti.
Mendapat ancaman yang demikian, Siti menegaskan dirinya tidak gentar dan tidak surut. Justru dirinya menganggap bahwa ancaman tersebut dianggap sebagai bahan bakar organisasi untuk lebih vokal lagi.
“Disini saya tegaskan, kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami. Semakin diteror, semakin ‘gacor’,” tegasnya.
Lebih lanjut, Siti menilai pola-pola kekerasan dan intimidasi terhadap penyampaian aspirasi adalah bentuk nyata mundurnya demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, sangat diharamkan jika suara rakyat dibalas dengan kekerasan fisik maupun psikis.
“Kami sedang mengkaji apakah skemanya berupa demonstrasi atau aksi dalam bentuk lain. Intinya, semakin disiram, semakin tak padam,” pungkas Siti. (sya)
































