Gempa Magnitudo 4,2 di Tenggara Kota Sukabumi, Rumah di Desa Loji Simpenan Sukabumi Ambruk 

SUKABUMITIMES.com – Suasana dini hari yang seharusnya tenang di Kampung Babakan Asem, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam.

Getaran gempa yang terjadi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 00.36 WIB mengakibatkan bagian dapur sebuah rumah warga ambruk.

Rumah milik M Henda Sanusi yang berada di RT 08/02 dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah getaran gempa mengguncang wilayah tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini memaksa satu keluarga dengan lima jiwa mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, menjelaskan gempa yang terjadi memiliki magnitudo 4,2 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Titik gempa tercatat berada di koordinat 6,97 LS dan 106,98 BT atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi.

“Getaran gempa pada dini hari itu menyebabkan bangunan rumah yang sebelumnya sudah mengalami pelapukan mengalami retakan cukup luas hingga akhirnya bagian dapur rumah ambruk,” ujar Dandi.

Dandi menuturkan, bagian bangunan yang roboh berada di area dapur dengan ukuran sekitar 6 meter panjang, 4 meter lebar, dan tinggi bangunan sekitar 3 meter. Kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak getaran gempa tersebut.

“Beruntung, saat kejadian tidak ada penghuni rumah yang berada di area dapur sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa,” tuturnya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, tegas Dandi, tim Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Simpenan segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat RT/RW, dan warga setempat.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi kejadian, sekaligus memastikan kondisi keluarga terdampak,” jelas Dandi.

Akibat kerusakan tersebut, keluarga pemilik rumah sementara waktu harus mengungsi ke rumah saudara terdekat. Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar puluhan juta.

“Saat ini, kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak meliputi bantuan bahan makanan, sandang, terpal, serta material bangunan untuk perbaikan rumah yang rusak,” tegasnya.

Sementara itu, kata Dandi lagi kondisi cuaca di lokasi kejadian saat proses penanganan dilaporkan dalam keadaan cerah, sehingga memudahkan proses pendataan dan penanganan awal oleh petugas.

“Harapan warga terdampak, adanya dukungan dari berbagai pihak untuk membantu pemulihan kondisi rumah warganya, sehingga mereka dapat segera kembali menempati rumahnya dengan aman,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *