SUKABUMITIMES.com – Kecamatan Cikakak seolah dianugerahi paket lengkap oleh Sang Pencipta. Wilayah di selatan Kabupaten Sukabumi ini memiliki pesisir pantai yang memesona, tanah pertanian yang subur, lanskap perbukitan dan pegunungan yang menenangkan, hingga tradisi budaya yang masih terjaga.
Kombinasi itu menjadikan Cikakak sebagai salah satu kawasan dengan potensi pariwisata dan pertanian terbaik di Sukabumi. Secara geografis, Cikakak berbatasan dengan Kecamatan Kabandungan dan Cikidang di utara, Palabuhanratu dan Cisolok di barat, serta berhadapan langsung dengan laut lepas Samudera Hindia di sisi selatan.
Letak strategis ini membuat Cikakak dikenal luas, terutama melalui Pantai Cimaja yang tersohor dengan ombak tinggi dan telah lama menjadi magnet peselancar dunia.
Namun, pesona Cikakak tidak berhenti di garis pantai. Wilayah ini juga menyuguhkan panorama perbukitan dan pegunungan dengan puncak ketinggian mencapai sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.
Udara sejuk, hamparan hijau, dan suasana tenang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan alam. Di sisi lain, Cikakak menyimpan kekayaan budaya melalui keberadaan kampung adat.
Kehidupan masyarakatnya yang sederhana dengan arsitektur bangunan khas Sunda Kuno menjadi warisan berharga yang memperkaya identitas daerah sekaligus memperluas pilihan wisata berbasis budaya.
Camat Cikakak Sutopo mengatakan dengan keanekaragaman topografi tersebut menjadikan Cikakak unggul sebagai destinasi wisata terpadu mulai dari pesisir pantai yang memikat, pegunungan yang menenangkan, hingga tradisi budaya yang autentik.
“Modal ini kian kuat dengan potensi pertanian yang telah lama menjadikan Cikakak dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sukabumi,” ungkap Sutopo belum lama ini.
Menurut Sutopo, lahan yang subur menghasilkan beragam komoditas unggulan seperti padi, cabai keriting, pisang, dan durian. Cikakak juga dikenal sebagai penghasil rempah-rempah berkualitas, antara lain cengkeh, kapolaga, dan pala.
“Produk-produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga menjadi daya tarik wisata, terutama bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung kehidupan pedesaan dan menikmati hasil pertanian segar. Durian Cikakak, misalnya, telah dikenal hingga luar daerah,” terangnya.
Sutopo, menuturkan bahwa sinergi potensi pariwisata dan pertanian tersebut kian menarik minat investor. Sejumlah pelaku usaha telah mendirikan hotel dan restoran di wilayah ini sebagai bukti meningkatnya geliat ekonomi lokal.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan melalui moto “Kompak” Konsisten, Objektif, Mandiri, Profesional, Amanah, dan Kreatif—sebagai landasan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, visi “Cikakak Semarak” dirangkum sebagai harapan agar Cikakak senantiasa Semangat, Maju, Religius, dan Akuntabel.
“Visi ini menggambarkan harapan kami untuk menghadirkan pelayanan prima yang berkesinambungan, mendorong kemajuan, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
“Dengan kekayaan alam, budaya, dan pertanian yang berpadu harmonis, Cikakak terus meneguhkan diri sebagai mutiara di selatan Sukabumi siap menyambut wisatawan dan investasi, tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokalnya,” tandasnya. (stm)































