Begini Perkiraan Harga Emas Kedepan Menurut Pengamat

SUKABUMITIMES.com – Pergerakan harga emas global diproyeksikan masih memiliki ruang yang cukup lebar untuk melanjutkan tren kenaikan pada pekan terakhir Februari 2026.

Meskipun saat ini pasar sedang berada dalam fase konsolidasi setelah reli signifikan, kekuatan teknikal dan fundamental dinilai masih mendukung posisi bullish logam mulia tersebut.

Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, emas masih mempertahankan kecenderungannya dalam jangka menengah.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa struktur tren pada timeframe H4 menunjukkan dominasi kenaikan yang cukup stabil.

Saat ini, harga emas sedang bergerak dalam rentang terbatas. Andy menilai hal ini sebagai fenomena wajar di mana pasar melakukan evaluasi ulang setelah lonjakan harga yang tajam.

“Situasi ini menunjukkan adanya keseimbangan sementara antara kekuatan beli dan tekanan jual, karena investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu faktor pemicu baru yang dapat memberikan arah pergerakan lebih jelas,” ungkap Andy dalam laporan resminya, dikutip Minggu (22/2/2026).

Fase ini sangat bergantung pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi (CPI) dan Non Farm Payrolls (NFP), yang akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed serta kekuatan dolar AS.

Selama momentum kenaikan tetap terjaga dan harga tidak menembus level support penting, emas diprediksi akan kembali melesat. Dalam skenario optimistis, XAU/USD diperkirakan mampu menguji area resistance baru.

“Target ini (5.100) dinilai realistis secara teknikal apabila sentimen positif tetap mendominasi, terutama jika dolar AS mengalami pelemahan dan permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi,” papar Andy Nugraha.

Dukungan fundamental lainnya datang dari ketidakpastian geopolitik global dan kekhawatiran perlambatan ekonomi. Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve menjadi katalis positif.

Penurunan suku bunga acuan berpotensi menekan dolar AS, yang secara historis selalu mendorong kenaikan harga emas.

Meski prospeknya cerah, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah. Andy memberikan catatan kritis mengenai level-level kunci yang harus diperhatikan oleh para trader.

“Apabila harga mengalami pembalikan arah dan menembus level support krusial di area 4.630, maka tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam kondisi tersebut, emas dapat melanjutkan pelemahan menuju kisaran 4.415,” tegasnya. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *