SUKABUMITIMES.com – Kota Sukabumi dikepung bencana, berupa Pohon tumbang maupun atap rumah rusak yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda sejak pagi pada Minggu (24/1/2026).
Berdasarkan data yang diolah redaksi sukabumitimes.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Sukabumi sedikitnya 11 titik lokasi yang menjadi perhatian karena adanya pohon tumbang dan 5 atap rumah atau bangunan dinyatakan rusak patah hingga ringan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi Yosep Sabaruddin menyatakan bahwa bencana akibat angin kencang karena cuaca ekstrem ini menyebabkan banyak pohon tumbang di sejumlah titik di kota Sukabumi.
“Bukan hanya pohon tumbang, namun juga banyak atap rumah atau bangunan yang rusak, dari ringan hingga berat,” ujar Kalak Yosep Sabarudin.
Yosep menjelaskan jenis pepohonan yang tumbang tersebut bermacam-macam, antara lain ada pohon Kiacret, Nangka, Dadap, Cemara, Tisuk, perai, maupun Pinus.
“Rata-rata pohon yang tumbang itu tingginya antara 6 hingga 20 meter,” jelasnya.
Akibat dari pohon tumbang tersebut, ada yang berimbas pada atap rumah, mengenai kabel provider maupun kabel listrik.
“Juga banyak jalan yang terhambat karena pojok tumbang melintang ke tengah jalan, bahkan ada seorang pengendara sepeda motor terluka karena tertimpa patahan pohon di Jalan Lettu Bakri,” terangnya.
Yosep juga mengungkapkan dengan banyaknya bencana pada hari ini (Minggu, 24/1/2026) dengan sebaran titik lokasi yang berjauhan sehingga mengakibatkan pihak BPBD meras kewalahan.
“Sebaran bencana yang tersebar di banyak titik dan personel terbatas, sehingga kami juga agak rasa kerepotan juga dalam membagi tugas. Namum begitu, kami tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Akibatnya, sampai laporan ini disampaikan masih ada beberapa titik lokasi yang belum tertangani.
“Masih ada 7 titik lokasi yang belum sempat kami asesmen atau tangani dan nanti akan dilakukan secara bergiliran,” terangnya.
BPBD kota Sukabumi juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya penahanan bencana yang melanda kota Sukabumi.
“Terimakasih kepada semua unsur yang terlibat, antara lain aparat wilayah setempat, TNI, POLRI, relawan kebencanaan, dan masyarakat,” ucapnya.
Kembali Pihkanya mengimbau kepada masyarakat kota Sukabumi untuk terus meningkatkan kewaspadaan baik di dalam maupun di luar rumah.
“Cuaca ekstrem, Bikan hanya hujan deras saja, namun juga angin kencang yang sama-sama bisa membahayakan kita semua. Untuk itu kami imbau supaya masyarakat lebih berhati-hati,” pungkasnya. (sya)





























